
Nestapa di tepian dermaga Ia begitu menikmati faktamorgana Menjelma sebuah raga Pahatan wajah seolah nyata di setiap dimensinya Hilir angin seolah berbisik "Itulah dia" Hati bergejolak untuk lari menghampiri sang kekasih. mendekap erat dalam pelukannya untuk meluapnya kerinduan yang tak tertahankan Dari ujung langit, terlihat semburan wana jingga bertebaran memberikan kesadaran kepadanya " Ali,kukira kau nyata" lirih Salwa. Bersama lenyapnya jingga, ia melakah pergi untuk kembali ke esok hari untuk menunggu sang kekasih. "Hi, Miracle" Dengan sinar jingga yang masih tersisa,penuh harap ada keajaiban segera menghampirinya. . .All Rights Reserved
1 part