RITUAL lain GUNUNG KEMUKUS

RITUAL lain GUNUNG KEMUKUS

  • WpView
    Reads 34,595
  • WpVote
    Votes 409
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 8, 2024
Gunung Kemukus sendiri berada di wilayah sabuk hijau Waduk Kedungombo. Gunung tersebut masuk ke wilayah Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen-Jawa Tengah. Ritual seks bebas untuk mencari kekayaan di Gunung Kemukus sudah menjadi rahasia umum. Kabarnya, setiap pengunjung harus berziarah ke makam Pangeran Samudra sebanyak tujuh kali pada Kamis Pahing atau Kamis Wage atau pada hari-hari, dan bulan yang diyakini baik. Para peziarah pencari pesugihan melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya. Kemudian pasangan pelaku ritual bertukar kontak nomor telepon dan info pribadi. Mereka melakukan perjanjian bertemu kembali di tempat lain untuk berhubungan seks setiap tiga puluh lima hari. Hal tersebut mereka lakukan selama tujuh kali berturut-turut untuk menyelesaikan ritual. Jika sudah berhasil lalu melakukan selamatan dan syukuran di Gunung Kemukus. Namun, ritual ini tak bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai weton ganjil. Cerita ditulis berdasar kisah nyata yang difiksikan agar indah untuk dibaca. Semoga bisa jadi pembelajaran bersama. Ritual pesugihan jenis apa pun adalah salah satu bentuk kemusyrikan karena memohon kepada Jin selain kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Kekayaan, umur, dan popularitas itu seperti minum dari air lautan yang asin. Makin kau minum, makin haus yang kamu dapatkan." -Shaykh Ahmad Musa Jibril- Subcribe, follow, like dan komen, please.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (21+) TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA
  • Pohon Keramat Qinling
  • Pendakian Malam Satu Suro
  • WULAN SEASON 2 : SUMUR PATI [Pageblug Di Desa Kedhung Jati 2]
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)
  • Lembah Arunika

Setelah suaminya meninggal, Marini (50) memutuskan untuk mengambil alih bisnis distribusi beras yang diwariskan kepadanya, bertekad membuktikan bahwa dirinya mampu menjaga-bahkan memperluas-warisan yang telah dibangun. Perjalanan ke desa-desa untuk bertemu para petani mitra membuka pandangan baru baginya. Dunia yang jauh berbeda dari kehidupan kota yang selama ini ia kenal menumbuhkan kerinduan akan sesuatu yang lebih dari sekadar kesuksesan dan angka dalam laporan keuangan. Dalam usianya yang sudah matang, Marini mulai merindukan tubuh lelaki-rasa yang telah lama terkubur dalam kesibukan dan keteguhan menjalani hidup. Godaan untuk merasakan kebahagiaan sejati mulai mengguncang hatinya. Setiap pertemuan dengan petani, dengan kehangatan dan kesederhanaan mereka, menumbuhkan kembali keinginan yang lama terpendam untuk menemukan kedekatan fisik dan emosional. Namun, pertanyaannya kini: apakah ada lelaki yang bisa mengisi kekosongan itu? Apakah ada yang mampu membangkitkan gairah yang sudah lama padam? Perjalanan Marini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang mencari kebahagiaan yang lebih dalam. Dalam pencariannya, ia bukan hanya menemukan mitra bisnis yang setia, tetapi juga menemukan dirinya sendiri-dan mungkin, seseorang yang bisa menyentuh hatinya dan tubuhnya dengan cara yang selama ini ia rindukan. Cinta, gairah, dan kenikmatan yang selama ini terabaikan kini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines