Great Girl

Great Girl

  • WpView
    Membaca 40
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 17, 2022
Menceritakan seorang gadis yang penuh dengan luka.. Sejak kematian yang menimpa kedua orang tuanya, dia berusaha tetap semangat untuk menjalani hari-harinya walaupun itu sangat berat baginya. Ini dunianya, dunia yang penuh dengan luka dan misteri di dalamnya. Akankah dia sanggup hidup di dunia yang begitu kejam itu? Yang penasaran langsung baca aja yaa! Happy reading..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#29
kenzia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • To Heal
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Saat Dunia Hancur
  • Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Paradise
  • Raymentara
  • Senja Terakhir Semesta✔️
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan