LENGKARA

LENGKARA

  • WpView
    Reads 299
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 15, 2023
Senja bukan lagi yang di damba. Tawa bukan lagi miliknya. Bahagia hanya angan semata. Sedangkan sendu kini menjadi teman setianya. Hujan sebagai pelibur laranya. Tak ada rasa, hanya hampa tak berwarna di hidupnya yang penuh derita dari yang di cinta. Masa yang menuntut paksa kini mulai menyatukan mereka. Semesta yang memberikan luka di antaranya kini memberikan celah untuk bersama. Semoga saja tak ada lagi kata perpisahan diantara mereka. Hanya ada kebersamaan hingga waktunya meninggalkan semesta untuk selamanya. Menuju keabadian.
All Rights Reserved
#144
biru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan di ujung senja
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Light Of Happiness [✓]
  • Raka Alandra (Terbit)
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Sheina (Terbit)
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Langit Senja [end]
  • ketika senja menyapa
  • Happy Is Bulshit

Ketika hujan datang bukan untuk menyegarkan, tapi untuk mengenang yang tak bisa dimiliki... Senja selalu menjadi waktu favorit Aldira, bukan karena keindahannya, tapi karena di situlah kenangan dengan Rayhan paling sering menyeruak. Lima tahun lalu, di bawah langit jingga yang murung dan rintik hujan pertama, mereka saling berjanji untuk tidak saling melupakan. Namun janji tinggal janji. Rayhan pergi, membawa separuh hati Aldira tanpa pernah menoleh lagi. Kini, Aldira adalah wanita dewasa yang nyaris kehilangan kepercayaan pada cinta. Tapi takdir rupanya belum selesai bermain. Rayhan kembali, tepat di musim hujan pertama setelah sekian tahun. Ia datang bukan sebagai kekasih, tapi sebagai tunangan sahabat Aldira. Terseret antara cinta yang belum padam dan persahabatan yang tak boleh dikhianati, Aldira terjebak dalam dilema yang meluruhkan logika dan menghantam hatinya tanpa ampun. Akankah hujan di ujung senja kali ini menghapus luka lama, atau justru membuka pintu penderitaan yang lebih dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines