kita Berbeda

kita Berbeda

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 5, 2022
Bercerita tentang Kinara Larasati dan Arsaka Pramudya. Dua insan manusia yang memiliki perasaan sama, namun terhalang tembok yang menjulang tinggi. Mustahil bagi Istiqlal dan Katedral bersama, dekat namun tak mungkin bersama. Sama seperti Arsaka Pramudya dan Kinara Larasati. Perbedaan Agama, Kasta dan tahta lah yang menghalangi kisah mereka berdua. Kinara dengan tasbih di genggaman nya dan Arsaka dengan salib di lehernya. Perbedaan yang begitu kentara membuat mereka tak akan pernah bersama. Berat bagi keduanya jika harus meninggalkan Agama yang telah di anut nya sejak kecil. Andai keduanya tak pernah bertemu, andai jika rasa ini tak pernah muncul. Tak ada yang mau mengalami kisah cinta se tragis ini kan. Goresan goresan takdir lah yang menentukan. Mereka ingin bersama, namun tembok pengahalang yang begitu tinggi dan sulit di gapai. Boleh kah aku memilikimu tanapa meninggal kan tuhan Ku~ Arsaka Pramudya kita Beda~ Kinara Larasati Cover by: Pinterest
All Rights Reserved
#81
mualaf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Katedral dan Istiqlal
  • [✔] AKSARASSA
  • Lentera Malam
  • Maaf, Aku Pilih Tuhanku
  • Tak Seiman Cinta Dan Lukanya
  • AKSARAJASA [✓]
  • Tomorrow • (Can't) Unite

Di antara dua rumah ibadah yang berdiri berdampingan, ada dua hati yang diam-diam saling menanti. Setiap akhir ibadah, mata mereka bertemu dari seberang jalan. Tak pernah saling menyapa, hanya saling menatap dengan diam yang tak terucap. Dia seorang Muslimah yang menundukkan hati pada Tuhan, dia seorang Kristiani yang menjunjung kasih dalam iman. Mereka tahu, cinta ini rumit. Tapi mereka juga tahu, perasaan ini bukan kebetulan. Di antara doa-doa yang dipanjatkan dalam sunyi, cinta tumbuh perlahan, seindah harap namun setakut kenyataan. Ini bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Ini tentang dua jiwa yang mencoba mencintai dengan cara yang paling mereka tahu: lewat keikhlasan. Bisakah cinta bertahan, bila jalan yang harus mereka tempuh tidak pernah sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines