We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ANTOLOGI PUISI

ANTOLOGI PUISI

  • WpView
    Reads 829
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 12, 2022
WpInfo
Poetry
Hai semuanya.. Perkenalkan kami dari Klub Bestari Bahasa Indonesia SMKN 1 Jakarta. Pada kolom Antologi Puisi ini, jenis tulisan yang akan dipublikasi berupa puisi yang dihasilkan dari anggota kami. Puisi ini tentunya mengangkat berbagai macam tema dan sifatnya personal. Artinya, setiap penulis punya ciri khasnya sendiri. Untuk itu mohon berikan dukungan dengan merespon tulisan yang ada. Tidak lupa juga untuk memberikan kritik dan saran yang membangun agar ke depannya kami bisa memperbaiki lagi kualitas tulisan yang akan dihasilkan. Terima kasih :) salam literasi!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbalut Puisi
  • Bulan yang Didamba Matahari
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Logophile (Telah Terbit)
  • Galeri Karya Bagaskara
  • KUMPULAN CERPEN & PUISI M3
  • Madah Qolbu❣️
  • BILIK PESANTREN-KU
  • Pengakuan Sang Semesta
  • JALANG

Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".

More details
WpActionLinkContent Guidelines