Terpincut Hadis Palsu

Terpincut Hadis Palsu

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 3, 2022
Memenangkan juara ke-6 (20 besar) dalam Lomba Cipta Cerpen Islami Nasional yang diselenggarakan oleh BEM HIMA Perpusinfo di Bandung, 18 Maret 2022. Cerpen ini akan segera terbit dalam bentuk buku antologi.
All Rights Reserved
#816
ramadhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transisi Rohani
  • This Words [Kumpulan Cerpen]
  • TENTANG KAU DAN AKU(END)
  • ketulusan dibalik cadar Zahrana (Rubah alur)
  • I'm Not Yusuf AS [IqNam Series]✔
  • Loreng & Putih [SUDAH TERBIT]
  • Sepotong Kisah Dari Rumah
  • Love Till Jannah [END]
  • Muallaq (End)

Naskah Asli Juara 1 Lomba Menulis Cerita Islami Se-kabupaten Banyuwangi tahun 2023. ______ Aku dibesarkan dari keluarga petani sederhana di pedalaman Aceh. Sejak dulu aku memang memiliki semangat tinggi dalam belajar ataupun beribadah. Hingga berkat dari kerja kerasku, aku bisa melanjutkan sekolah SMA di Banda Aceh. Hari pertama masuk sekolah, aku bertemu dengan Devan. Lama-kelamaan persahabatan kami semakin harmonis dan akrab. Bersama Devan aku melalui hari-hari dengan penuh keceriaan dan toleransi. Bersama Devan aku turut dibina berlomba-lomba dalam hal kebajikan dan takwa. Setiap malam aku dan Devan belajar bersama, membahas materi-materi agama. Melalui Devan, aku belajar banyak perihal bersedekah, toleransi, kerja sama, kejujuran, dan berprasangka baik. Petuah-petuah bijak dari Abah dan Bapak merupakan semangat bagiku dalam berbuat kebaikan di lingkungan baru. Dulu, setiap malam Abah selalu mengajari anak-anak kampung mengaji. Karena diriku yang sudah dilatih perihal agama sejak kecil, membuat kepribadianku hari ini lebih taat dalam beribadah dan berbuat kebaikan. Kehidupan terus berlanjut. Hari di mana Devan menginap di rumahku membuat dia semakin semangat berbuat kebaikan untuk kedepannya. Masa-masaku menuntut ilmu di Banda Aceh membuatku belajar banyak hal. Kami kembali ke Banda Aceh, memulai rutinitas seperti biasanya. Di suatu akhir pekan, kami memutuskan untuk tadabur alam, mendaki bukit di dekat Banda Aceh. Berbagai macam perjuangan kami lalui, hingga akhirnya kami bisa melihat indahnya ciptaan Allah. SWT.

More details
WpActionLinkContent Guidelines