KILL the PAST [Hiatus]

KILL the PAST [Hiatus]

  • WpView
    Reads 12,009
  • WpVote
    Votes 1,190
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 16, 2023
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Tuhan menciptakan hati seorang manusia dengan sangat baik. Tapi terkadang manusia sendiri yang membuat hatinya menjadi buruk. Begitupula dengan Valesha yang merubah hatinya menjadi sebuah neraka untuk dirinya sendiri. Bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya tanpa henti semakin membuatnya seperti iblis yang kehausan. Setiap menit dan detiknya hanya ia habiskan untuk berencana kedepannya, tanpa memperdulikan hati dan fisiknya yang mulai lelah. Satu sisi tubuhnya sudah berdarah tapi perempuan itu seakan tidak memperdulikan apapun selain tujuan utama hidupnya. Perubahan yang diberikan Valesha itu terjadi karena ada awalannya bukan hanya semata-mata cewe itu ingin menciptakan kehancuran bagi seorang wanita paruh baya. Hidup dengan penuh dendam bukanlah hal yang di inginkan setiap manusia. Lalu, bagaimana caranya agar Valesha kembali sebagai manusia yang terlahir dengan hati baik? -- [sorry, there are some harsh words and scenes that should not be imitated.] copyright©2023
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  •  HAZELA
  • Sayap Yang Tak Pernah Satu
  • mystery of the past
  • AFKARA [END]
  • IGNIS
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Leader Girl (END)

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines