I'm tired
  • WpView
    OKUNANLAR 2
  • WpVote
    Oylar 3
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Nis 3, 2022
WpInfo
KURGU OLMAYAN
"DASAR GAK GUNA!! ANAK SIALAN!! kamu udh buat hidup saya berantakan tau gak?! nyesel saya punya anak kaya kamu!!?. "Saya udah keluar duit banyak buat sekolahin kamu, buat bayar biaya les kamu, saya juga udah masukin kamu ke pesantren. Kamu pikir buat apa saya repot" ngelakuin semua itu hah?!! Supaya kamu itu pinter. Tapi apa?!! masa anak seorang pemuka agama yg udah jadi panutan kaya saya disuruh ngomong didepan orang aja masih gagap kaya orang bodoh. Mau ditaruh dimana muka saya ini?!!. " Makanya belajar yang bener jangan malah ngurung diri dikamar terus kerjaannya. Lu GAK GUNA sih, jadi dimarahin ayah sama bunda terus kan lu hahahahh!!! "AAARRGGGHH!!!!!. CAPEK GW....CAPEK!!! hiks...KALO BOLEH MILIH...GW JG GAK MAU LAHIR DIKELUARGA KALIAN ANJ**G!!!! kenapa...hiks.. kenapa gk kalian bunuh aja gw HAH!!. Gue capek... hiks...nek kenapa nenek tinggalin nia sendiri nek..hiks...nenek bilang kalo tuhan selalu ada buat hambanya yg membutuhkan . Tapi apa?! kenapa Dia malah ngambil nenek dari nia? kenapa Dia gak ada pas nia butuh tempat bersandar... hiks...kenapa nek kenapa...KENAPA!!!?...KENAPA!!!?... HAHH!!!. WARNING!!!💀💀 -penulis amatir -cerita gak jelas -bahasa masih ambruladul Note: cerita ini gak bermaksud menjelekkan apapun / siapapun. cukup sekian dari saya buat yg udah mau mampir saya ucapkan terimakasih banyak😘
Tüm hakları saklıdır
#181
nia
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • ALEYA~~
  • Senja yang mendung
  • Different [END]
  • Abi&Amaira(On Going)
  • 27 FEBRUARI
  • ASAVELA KIARA
  • Maaf' (Revisi)
  • BETWEEN

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi