PANTAS [On Going]

PANTAS [On Going]

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 6, 2022
[Follow sebelum membaca] Tidak ingin mengalah. Ya, sepasang kekasih yang sama sekali tidak ada yang ingin mengalah. Bukan tentang hal kecil, bagaimana bisa mengalah dengan kepercayaan? Dua insan yang saling mencintai namun dengan dinding yang terlampau tinggi. Cinta memang tidak salah, hanya situasi yang menaruh hati pada insan yang berbeda. "mengapa harus bertemu jika pada akhirnya akan tetap berpisah" -Aya "saya tidak bisa menyalahkan kamu, tuhan, dan cinta. Waktu yang telah mempertemukan kita namun takdir tidak bisa di ubah" -Ravin Collaboration of stories with @nandayaaa_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit kita tak sama
  • DikaRanggi
  • Antara seamin dan seiman
  • Datang & Pergi
  • Uncontrollable Love
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • RAYYA & REVAL (completed)
  • Aku, Kamu & Keyakinan {On Going}
  • ZA&RA
  • Our Journey To Love

**Sinopsis** Sinopsis - Langit Kita Tak Sama Alya, seorang muslimah yang taat dan berhijab, bergabung dengan komunitas relawan bencana alam demi menguatkan empati dan memperluas pengalaman hidupnya. Di sana, ia bertemu Revan, seorang pembina wihara yang juga relawan aktif. Revan berbeda dari laki-laki yang pernah ia temui-tenang, bijaksana, dan penuh kasih. Meski berasal dari keyakinan yang berbeda, mereka merasa ada ruang yang sama dalam nilai-nilai kemanusiaan. Kedekatan mereka tumbuh dari hari ke hari, melewati batasan formalitas dan mulai menyentuh sisi pribadi. Namun, cinta yang muncul perlahan berubah menjadi pergolakan batin. Alya mulai dihantui rasa bersalah karena ini keyakinannya mengajarkan batas yang tegas dalam hubungan beda agama. Sementara Revan, meski memahami perbedaan spiritual mereka, tidak bisa membohongi ketulusan hatinya. Saat cinta dan keimanan mulai bersinggungan, keduanya harus mengambil keputusan: mempertahankan kedekatan dengan segala resikonya, atau melepaskan demi menjaga kedamaian hati masing-masing. Pada akhirnya, mereka sadar-sebanyak apa pun mereka saling mencintai, langit tempat mereka berdoa tetap tak sama. Tapi cinta yang lahir, tetap suci, walau tak harus memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines