It's Always You

It's Always You

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 4, 2022
Aurasia Lily Laura nama wanita cantik yang sedang duduk berlindung dari hujan yang terus mengguyur dengan derasnya jatuh ke tanah, dirinya sedang menunggu jemputan kakak laki-lakinya. Namun, tiba-tiba seorang pria yang tidak dirinya kenal datang dan memberinya sebuah payung."nih pake payung gue dulu pasti lo mau pulang kan?" Pria itu mengembangkan senyumnya, Aurasia menggeleng."gue nggak mau lagi nunggu jemputan Abang gue kok" Pria itu berdehem pelan lalu mengangguk paham,"Oh bagus gue juga nggak ikhlas pinjam nih payung ke lo" pria itu tertawa kecil.
All Rights Reserved
#119
musik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAYUNG DAN JANJI SETIA
  • Pengantin Pengganti
  • Law Of Arshaka
  • Tuan Kadal di Luar Jendela ✓
  • Debt of Desire (END)
  • Antara dua luka
  • Shadow of the unseen (Moqeel - Mohan Aqeela)
  • AILIA (COMPLETED)

Di tengah hujan deras di kota kecil, ada seorang lelaki muda bernama Raka yang tengah menunggu di halte bus. Dia mengenakan jas hujan lusuh dan tampak resah. Sementara itu, seorang perempuan muda bernama Lara berlari dengan panik menuju halte yang sama, menyusuri genangan air sambil memegang payung yang sudah hampir patah. Saat Lara tiba di halte, payungnya hampir tidak dapat melindungi mereka dari hujan yang semakin deras. Raka, yang tidak tahan melihat Lara basah kuyup, menawarkan payungnya yang masih dalam kondisi baik. Lara menerima tawaran itu dengan rasa syukur yang mendalam. Mereka berdua terpaksa berdiri berdekatan di bawah payung yang sama. Selama menunggu bus, mereka mulai berbincang dan saling bercerita tentang kehidupan mereka. Raka mengungkapkan rasa kekecewaannya karena dia baru saja kehilangan pekerjaan, sementara Lara berbagi tentang impian dan tantangannya dalam mengejar pendidikan. Percakapan mereka membuat keduanya merasa lebih baik, dan waktu berlalu begitu cepat. Saat bus tiba dan mereka bersiap untuk berpisah, Raka secara spontan menawarkan untuk menyimpan payung itu untuk Lara sebagai kenang-kenangan, meski Lara merasa enggan. Namun, Raka meyakinkannya bahwa ini adalah simbol janji setia mereka untuk saling mendukung di masa depan, apapun yang terjadi. Sejak saat itu, payung yang penuh kenangan itu menjadi simbol hubungan mereka yang semakin dekat. Mereka saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam setiap langkah kehidupan, menjaga janji setia yang dimulai di bawah payung hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines