We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Julianna
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[FOLLOW DULU BARU BACA] Kata orang cinta itu mengubah segalanya, terdapat titik kebahagiaan, titik penyesalan dan yang paling menyakitkan adalah titik dimana seseorang itu harus berpisah "Perpisahan" banyak di alami banyak kaum manusia dari segi cinta, teman bahkan keluarga. Jika terdapat pertemuan pasti akan ada yang namanya perpisahan, tidak ada yang abadi didunia ini, semuanya akan berpisah di waktu yang telah ditetapkan oleh tuhan yang maha kuasa DILARANG KERAS MENJIPLAK ATAU MENYAMAI CERITA INI !! # 4 - nonfiksi 11/04/2022
All Rights Reserved
#31
nofiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Setitik Luka Untuk Aya [TELAH TERBIT]
  • about us and him ✔️
  • BIONA [End]
  • Uhibbuki, Almahyra
  • Different (END)
  • ZiAron [END]
  • Running Time || DOYOUNG NCT ✔
  • DESTINY

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines