JUST A HOUSE! (END)

JUST A HOUSE! (END)

  • WpView
    Reads 12,245
  • WpVote
    Votes 1,265
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Sun, May 12, 2024
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Semuanya hancur, semuanya telah direnggut. Harga diri yang dijaga puluhan tahun lamanya sudah dirobek oleh pria yang tidak dikena. Masuk ke kehidupan Hae-seo sebagai suami, tapi sama sekali tidak menjalankn tugasnya dan kewajibannya sebagai suami. Hae-seo memang lelah, tapi ada yang harus dipertahankannya. Yaitu sang anak yang sebenarnya tidak diakui oleh ayahnya sendiri. Tidak apa, Hae-seo tidak menyesal hanya saja dia begitu kecewa dan marah terhadap Jay, pria yang bengis, angkuh, egois dan kasar. "Seperti air, aku ingin dicari ketika hilang, ditakuti ketika marah dan disayangi ketika datang dengan tenang." "Semuanya belum terlambat, aku akan mengikuti keinginanmu dan melakukan tugas yang baik untukmu." "Kau baik hanya saja kau jatuh di tangan yang salah. Aku ada di sini, dikirim oleh Tuhan untuk menolngmu, bersandarlah padaku dan aku akan memberikan pertahanan yang kuat untukmu." Inilah kisah antara Hae-seo, Jay dan seorang pria yang masuk ke kehidupannya. Kisah 3 orang insan yang mempunyai sifat bertolak belakang, jadi mari ikuti. Start:Selasa 05 April 2022 End: Rabu 22 Maret 2023 Hanya sebuah kisah klasik, pasaran dan mudah ditebak? Mungkin. Selamat menikmati:)
All Rights Reserved
#926
married
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • The King & The Doctor ✓
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines