An Archive of Tarabawa

An Archive of Tarabawa

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 17, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
"What's the most important thing in this world?" "Save the people." 1 abad berlalu sejak perang besar-besaran melanda di Tarabawa. Sebuah kerajaan di dunia fiksi yang mempunyai banyak konflik berantakan. Perang tersebut mengakibatkan separuh warga mati dan terbentuknya lapisan-lapisan rintangan untuk menjaga Tarabawa dari dunia luar. Sepuluh remaja SMA tak mengira bahwa mereka adalah kunci dari semuanya. Kunci untuk menyelamatkan Tarabawa, semua orang, termasuk dunia mereka sendiri. Perjalanan penuh keringat, masalah, pengorbanan darah dan nyawa melanda mereka. Dibawah harapan sang Kepala Sekolah maupun orang-orang biasa yang pantas hidup damai, mereka harus berjuang mati-matian. Demi semua orang, demi Tarabawa.
All Rights Reserved
#68
people
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Three leaves
  • New Journey
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • LOST IN CLASS [ TAHAP REVISI]
  • Veil Of Elysian
  • Black Monster (Tamat)
  • Kelas A [End]
  • Putih Abu Abu (BxB)
  • Element : Elemental High School {END}[Dreame]
  • Camaraderie: When the Sun Rises [SEASON 1 END]
  • Mystro {On Going}
  • Bulan Retak di Langit Senja
  • Glad to Ever Met U
  • Become an unknown extra character in the novel
  • Di Balik Semua, Itu...
  • Lifani -ketika ku lenyap dari dunia-
  • Farbe und Leinwand
  • The Magic Destruction & Chaos
  • Saranjana [END]

Di balik gerbang sekolah elit yang berdiri megah, tak ada yang berjalan tanpa aturan, tak ada kata yang diucapkan tanpa konsekuensi. Setiap langkah diawasi, setiap napas dinilai. Namun di tengah sistem yang sempurna ini, satu hal kecil memicu riak yang tak pernah diprediksi-riak yang perlahan berubah menjadi badai. Bisik-bisik di lorong mulai menyebut hal-hal yang seharusnya tidak ada dalam catatan resmi. Mata-mata yang tak terlihat mencatat, telinga-telinga yang tak pernah tidur mendengar. Dan di antara semua yang patuh, ada yang datang dengan sesuatu yang bahkan tak pernah siapkan prosedurnya. Di sini, kebenaran bukan untuk dicari. Di sini, kebenaran hanya untuk yang berani membayar harganya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines