Story cover for Playing With Fire by arfeisyasalsabila
Playing With Fire
  • WpView
    Reads 268,147
  • WpVote
    Votes 8,334
  • WpPart
    Parts 70
  • WpView
    Reads 268,147
  • WpVote
    Votes 8,334
  • WpPart
    Parts 70
Ongoing, First published Apr 05, 2022
Di sore hari yang cerah Roby tidak pernah berpikir bahwa dia akan mendapat tamu seorang wanita cantik di rumahnya. Roby juga tidak menyangka bahwa wanita itu adalah Dakota kekasih Calvin asistennya, Roby menerima segala protes yang Dakota sampaikan soal jam kerja Calvin. Mungkin Dakota pikir Roby mendengarkannya tapi nyatanya Roby diam menikmati paras cantik Dakota dan tubuh menggiurkan wanita itu.

Tahu bahwa Calvin tidak mencintai Dakota, Roby memiliki kesempatan besar untuk membuat wanita itu menjadi miliknya. 

Membawa Dakota menuju pusaran cinta di mana kesetian di pertanyakan. Membawa Dakota menuju permainan cinta yang terlarang.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Playing With Fire to your library and receive updates
or
#512fiksidewasa
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Toxic Relationship cover
NATASYA {#2. KENDRICK SERIES} cover
𝙾𝚋𝚜𝚎𝚜 𝙵𝚘𝚛 𝙼𝚢 𝙲𝚎𝚕𝚕𝚊 (REVISI)  cover
Coffe Coin  cover
REAGAN'S OBSESSION cover
PERJODOHAN:"RELTTA" cover
Possessive Billionaire [COMPLETE] cover
VENGEANCE cover
His Fiero cover
My Dangerous Boss cover

Toxic Relationship

11 parts Ongoing Mature

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.