Angel Baby

Angel Baby

  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 10, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dia memang tidak pernah selingkuh, tapi ada hal lain yang lebih menyakitkan dari itu, dia sering menyepelekan hal-hal kecil yang membuatku kecewa. Namun, untuk marah pun aku tak berhak, meskipun itu sangat menyakitkan. Dan ada yang lebih penting daripada itu, cintaku kepadanya melebihi apapun yang aku katakan. - Kirana .. Kuakui memang aku salah, tapi seandainya dia paham dan mau untuk bersabar sedikit lagi saja, pasti kita akan bahagia selamanya. Tapi mengucapkan kalimat "pasti akan bahagia selamanya" pun sejujurnya aku tak berhak, karena yang pasti dalam hidup ini hanyalah ketidakpastian. - Jonathan .. Dalam hidup ini, akan selalu ada yang jadi korban, atau rela berkorban. Entah kamu sendiri, atau orang lain.
All Rights Reserved
#25
anakkuliahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beauty and the Boss
  • My Duchess / End
  • Tentang Waktu (End)
  • My Bromance [18+] End
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • GRIZLEN {On Going}
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Nearby Relations
  • °♡Introvert Girl♡° | End✔|

"Bilang kalau kamu mau aku pergi. Bilang kalau kamu nggak suka aku hadir di hidup kamu. Say it if you mean it." - Benara Wijaya Kamuflase cinta. Penorehan luka. Hancurnya kepercayaan untuk bertahan. Kepalsuan dalam sebuah keluarga membuat Aluna Sarasita tidak akrab akan cinta. Sampai seorang lelaki tampan nan mapan yang merupakan pemilik hotel Saint Wijaya tempat mereka dipertemukan, menetap di dunianya bak lentera dalam gulita. Terdengar seperti omong kosong! Bahkan lelaki biasa pun enggan menerima Saras apa adanya. Namun, Benara Wijaya benar-benar berbeda. Saras tahu, menerima Ben adalah sebuah kekeliruan. Sekalipun lelaki itu berupaya meyakinkannya, kehidupan Ben yang sempurna tetap menjadi alasan bagi Saras beranggapan Ben tidak akan pernah memahami kondisinya. Mereka berbeda. Bak bumi dan langit. Bak hitam dan putih. Saras pun semakin yakin untuk menghapus Ben dari hidupnya. Tanpa peduli harapan yang telah dibangun oleh lelaki itu. Tanpa peduli ada hati yang hancur berkeping-keping karenanya. Lantas, berhasilkah Benara Wijaya membawa Saras pada akhir kisahnya? Mampukah ia menyadarkan Saras bahwa perempuan itu adalah luka sekaligus bahagia terindahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines