Biru

Biru

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 18, 2023
Hujan sore itu baru saja selesai. Hawa dingin menyapu setiap sudut kota. Genangan air tertumpah di mana-mana. Riu segera bergerak, melangkah hati-hati di antara kubangan kecil di sepanjang jalan. Ia takut hujan susulan tetiba turun disebabkan langit di atas sana masih memajang mendung pekat yang belum turun. Riu merapatkan jaketnya. Udara terasa makin dingin. Ia berjalan semakin cepat beberapa ratus meter ia akan segera sampai di depan gedung apartemennya. Sore semakin tua, hujan kembali turun dengan deras. Jari-jari hujan meluncur cepat seperti ribuan bahkan jutaan jarum perak menghujam bumi. Riu segera menanggalkan atribut yang melekat di tubuh jangkungnya. Bergegas ke kamar mandi membersihkan diri. Dia ga sabar ingin segera menikmati minuman panas yang bisa meredam kebisingan di dalam perutnya. Segelas cokelat panas dengan asap yang masih mengepul ke udara tersaji manis di depan meja. Di temani beberapa lembar roti tawar yang diolesi selai strawbery seadanya. Diharap cukup untuk melawan rasa lapar yang sangat mengganggunya. -----'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warna Langit (Blue Orangeade Sequel)
  • 𝐒𝐄𝐈 𝐌𝐈𝐎 𝐒𝐒𝟏 [𝐒𝐊𝐘𝐍𝐀𝐍𝐈]
  • The Disappearance of Butterfly
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]
  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • Langit yang Sama, Doa yang Sama
  • harmonic paths
  • The Space Between Us
  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]

Lia memandang langitnya sore itu, tidak ada warna jingga atau semburat keorenan disana. Mataharinya redup dengan segumpalan awan abu-abu yang siap menumpahkan hujannya. Ia mempercepat langkahnya, berusaha secepat mungkin kembali ke rumah sebelum hujan turun dan sebelum air mata ikut membasahi pipinya. "itu kamu. Warna keorenan di sore hari. Artinya satu hari telah terlewati dan hari baru akan muncul lagi. Hari ini mungkin menyebalkan, tapi ketika kita diam sejenak dan lihat pendar keorenan itu kita tau bahwa ada hari esok yang akan menyongsong. Membawa harapan tentang hari yang lebih baik besok, dan itu kamu buatku," Tapi langit tak selalu menyajikan warna keorenan. Tak selalu jingga seperti kata-katanya 3 tahun silam. Samudra, langitmu hari ini warnanya kelabu. Dan matahari jingga itu enggan kembali padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines