The Sweetest Pain

The Sweetest Pain

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 25, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
mulai dari karena gak sengaja ketabrak pas main tiktok, timbul lah perasaan mengagumi yang lama-lama kok susah banget buat di ilangin. Padahal lagi trauma sama yang namanya cinta. Sekalinya benci bakal benci banget sampe ubun-ubun. Tapi ternyata jadi berubah setelah menatap mata indah dengan warna coklat gelap karena terhalang kacamata photocromicnya. Belum juga kenal begitu jauh, tapi Jena malah udah terlanjur mengagumi dari jauh. Cover source : Pinterest
All Rights Reserved
#808
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Sweet Enemy
  • If I Leave (JENLISA) ✔️
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Our Marriage Life || Jung Jaehyun [✔️]
  • DeaSea
  • The Last Birthday With You
  • viewpoint
  • Lovelist! - Noren Gs✓ [END]

"Kita putus!" Dua kalimat terlontar dari mulut seorang lelaki yang baru berusia 13 tahun. Matanya menatap wanita yang ada di depan dirinya dengan kekesalan. "Kenapa?" Berbeda dengan sang lelaki, raut wajah gadis itu terlampau tenang. Lelaki itu membulatkan kedua matanya. Tak habis pikir dengan gadis di depan nya. "Kenapa?!. Kamu masih mau bilang kenapa?, gak ingat kamu pergi tanpa kabar sama sekali, kamu hilang dua minggu dari asrama dan kamu gak pernah kasih aku kabar tentang keadaan kamu!" Emosi lelaki itu semakin meningkat. "Kamu gantung aku tahu gak!" Melihat sang gadis hanya terdiam, lelaki itu pun berbicara kembali. "Asal kamu tahu ya, aku udah pacaran sama rhea. Dia sangat baik, dia bahkan lebih cantik dari kamu, dia bisa ngertiin aku, gak kayak kamu yang- Sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapan nya, sang gadis sudah lebih dahulu berlari meninggalkan dirinya. "Dasar cewek dingin gak punya hati!!" Teriak sang lelaki karena masih menyimpan banyak kekesalan. Sang wanita terus berjalan dengan cepat, namun telinganya masih bisa mendengar jelas perkataan terakhir dari sang lelaki. "Dasar cowok sok kegantengan!" Gerutunya dengan menahan amarah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines