My Bullied Boy

My Bullied Boy

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 2, 2022
"Nugget lu gua minta ya" "Engga ada, taruh ga! atau garpu ini melayang ke tubuh lu" Persaudaraan sekaligus saingan terbesar dalam pernuggetan. Kembar beda gender, tanpa pertengkaran sehari saja dunia terasa ada yang kurang. Kembaran ini dulunya memiliki seorang kakak laki laki, tapi telah tiada. Ada sesuatu yang menggajal. Saudarinya yang sangat populer di sekolah, tapi saudaranya? di bully secara diam diam. Apa yang akan di lakukan sang kakak jika mengetahui adik sekaligus kembaran nya tertindas? Apakah kebenaran kematian sebenarnya terungkap? ➡ start: 06 April 2022 ➡ [On going]
All Rights Reserved
#365
chenle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Kue Lapis [✓]
  • Arnav dan Lautan | Haechan [END]
  • AuRevoir √
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • The 7th Of Us
  • EMPAT SERANGKAI [NoRen, MarkMin, YukHae, JiChen Story]
  • Jean: Selamat Tidur Jean (S1, end) & Pulanglah Jean (S2, on going)
  • BEST BROTHER [ NCT DREAM ] {END}

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines