Gántara

Gántara

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 18, 2022
Kisah tentang Gantara Adhiyaksa, laki-laki yang kata orang sempurna dan bijaksana. Namun bagaimana jika ternyata Gantara bukan seperti yang terlihat. Katanya keluarga adalah tempat untuk pulang, namun bagaimana jika tempat untuk pulang sudah tidak ada. Gantara tak punya keluarga yang dia punya hanya Aruna. Gadis beruntung yang merubah pandangan Gantara tentang semesta. Tapi nasib sial menghampiri, wanita yang kira tempat untuk pulang ternyata memilih pergi ke sisi Tuhan-Nya. "Teruntuk kamu sumber tawa dan diksi saya ...." "Aruna Julia Carles." "Dari saya pengagum kamu yang hanya bisa berkeinginan memilikimu secara nyata tanpa bisa melakukan apa-apa." Story' by @chocodark Warning-!! Jika kamu mudah baper jangan baca ini, karena ini hanya berisi kata-kata indah untuk Aruna bukan untuk kamu.
All Rights Reserved
#389
musik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suddenly Marriage
  • Memories of 31 december
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Ari dan Ara (Sudah Terbit)
  • Kisah Kasih Gelisah ㅡ [COMPLETED]
  • ARGA
  • The Honeymoon Is Over [FIN]
  • ALLAND
  • CAN I SEE YOU AGAIN
  • NAVILLERA

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines