Bahagia Dalam Halal

Bahagia Dalam Halal

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 27, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Fauzan!" Seketika dia menghentikan langkahnya, tanpa berbalik badan. "Ada apa?" "Mau pulang?" "Iya. Assalamu'alaikum." "Ana uhibbuka fillah!" ucapku tegas. Entah keberanian darimana aku mengatakan ini tiba-tiba. "Kau bicara pada siapa?" "Memangnya ada siapa lagi di sini?" "Apa kau yakin yang kau katakan itu karena Allah?" "Apa selamanya yang aku sebut cinta ini hanya dari nafsu, Fauzan? Manusia bisa berubah, kan? Allah Maha Pemaaf, Allah menerima taubat! Kau tahu itu, kan?" ucapku sedikit menaikkan nada suara. "Maaf. Jangan berharap padaku!" "Aku bisa berubah." "Aku percaya itu, Sahla. Tapi tolong jangan berharap padaku!" ucapnya sebelum akhirnya berlalu pergi. *** @annisaasmane Gak asik dong kalo gak vote komen😋
All Rights Reserved
#891
wattpadindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kilometer Cinta [Complete] ✔️
  • Kamu Separuh Agamaku [TERBIT]
  • Dear Imamku (Completed√)
  • My Heart Chose You [SELESAI]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Kupinang Kau Dengan Sholawat (END)
  • Di antara dua sujud
  • Annam Al Abbiyan

⚠️Warning! Baper detected⚠️ Romance-religi Dukung saya dengan cara follow dan rekomendasiin cerita ini ke teman-teman wattpad kamu. Terima kasih. 💙 Prolog : Siapa pun pasti pernah mengalami kecewa. Entah itu perpisahan atau pertemuan yang disesali. Namun, manusia memang hidup dengan segala cobaan yang harus dijalani. Seperti halnya yang dialami Muhammad Al Fatih. Seorang pilot muda dengan pangkat senior first officer ini tengah mengejar perempuan bercadar hanya karena sorot matanya. Salwa Miftahul Jannah, itulah nama dari perempuan yang berhasil menarik perhatian Fatih dalam satu kali pertemuan tak sengaja di depan toilet pesawat. Ia selalu menghindari Fatih bahkan tidak merespon segala usaha Fatih yang mendekatinya. Lalu takdir kembali mempertemukan mereka di Tugu Kilometer Nol, Aceh. "Kamu yang waktu itu di pesawat, 'kan?" tanya Fatih dengan lantang. "Iya," jawab Salwa pendek. Kepalanya menunduk dan melirik pada kedua orang tuanya yang memperhatikan mereka berdua sejak beberapa detik lalu. "Itu orang tua kamu?" tanya Fatih lagi setelah mengikuti arah ekor mata Salwa. "Kenapa?" Tiba-tiba desiran halus menyeruak di dalam rongga dada Salwa. "Boleh saya menemui mereka?" "Untuk?" "Meminta izin bertaaruf dengan kamu." Penasaran dengan kelanjutan kisah mereka? Yuk baca cerita Kilometer Cinta dan jangan lupa masukkan dalam reading list kamu. Happy reading, pembaca baru Fat_Wa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines