LILAC
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Sania, Cukup!" "Kenapa ayah? Kenapa?! Sania benar bukan? Semua yang ada dirumah ini merasakan sakit. Apalagi Sania, ayah" "Sania mohon sekali. Jika ayah belum bisa bahagiain Sania, jadi mohon dengan sangat terhormat, biarkan Sania hidup bahagia dengan pasangan Sania sekarang. Restui hubungan kami. Tolong berikan kebahagiaan untuk kali ini ayah" . . . "Kenapa? Lo mau dengerin cerita gue karna kasihan bukan? Hahaha.. Lo yang bikin gue gk percaya lagi sama lo! " "Maaf, San. Gue gk bermaksud ngomong seperti itu. Gue terbawa emosi saat itu. Tolong maafin gue yang udah nyakitin lo. Gu-" "Cukup! Rubah dulu pikiran bocah lo. Kalau saja gue masih mempercayai lo, semua bakal terulang kembali."
All Rights Reserved
#144
k-pop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ALEYA~~
  • Sayap-sayap kertas (TERBIT)
  • Maaf' (Revisi)
  • ADRIEL
  • Bitter Sweet (Season 2)
  • I AM YOU || Han Jisung ✔
  • ★BABY ZION★
  • 𝟶𝟻. ʙᴇʜɪɴᴅ ɪɴ ᴛʜᴇ ᴍᴀsᴋ
  • Yang Terlupakan

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines