KING DEMON : TWO RINGS

KING DEMON : TWO RINGS

  • WpView
    GELESEN 65
  • WpVote
    Stimmen 14
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Apr. 8, 2022
WpInfo
Belletristik
Mystery
Kegelapan malam menyelimuti kamar seorang gadis berusia 18 tahun. Terlihat seorang pria dengan jubah hitam berdiri di samping jendela. Pria tersebut tersenyum lalu melihat cincin yang ada di jari manisnya. "Aku akan kembali," ujar pria itu lalu menghilang begitu saja.
Alle Rechte vorbehalten
#16
drak
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Pangeran Kegelapan
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • POSSESSIVE DEVIL
  • You're My Vampire
  • Pria terakhir di dunia lain (Hiatus)
  • SEBELUM KITA BERBICARA
  • DESTINY WITH THE DEVIL II
  • The Lost Queen
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien