Story cover for No. 16 by Brann_y
No. 16
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Apr 06, 2022
Cahaya dari timur tak lagi terlihat setiap paginya. Hanya ini satu-satunya kesempatan hidup, hanya untuk bertahan hidup. Karena hidup adalah harga yang mahal, namun untuk kematian sejatinya sangatlah mudah dan terasa sangat dekat.

Bahkan dinding gelap tak lagi menatapku, hanya debu dan nyeri yang menemaniku. Gemuruh yang selalu terngiang-ngiang dan memekikkan telinga ini selalu menjadi pengingat tentang dari mana rumah.

Namun, bukankah itu hanyalah khayalan semata?


Seseorang tanpa nama dan keluarga. [ 16 ]

Disclaimer : [ R 16+ ] Dark Fantasy
(CC) Attribution-ShareAlike
Sign up to add No. 16 to your library and receive updates
or
#567psychological
Content Guidelines
You may also like
Hantu Naci Piuu! [END] by Cacamarica_zzhh7
65 parts Complete
Kecil, putih, terbang melesat? Apalagi, kalau bukan Naci (nasi kecil) seorang hantu yang tinggal di pohon pete bersama keluarganya. Dia mati, sudah 5 tahun berlalu, tetapi dia kembali ke hadapannya. Hanya untuk memanfatkannya, tidak masalah dia senang. Namun, ketakutan dalam kenyataan tentang perasaan tidak ingin ditinggal kembali, itu selalu mengganggunya menjadi obsesi gelap. "Cepat atau lambat aku akan pergi kembali Mas. Jadi, ayo kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia kali ini, dengan sisa yang ada, sebelum semuanya kembali lenyap dari pandangan." Pria itu membantah dengan tegas. "Jalani saja sekarang ini, aku mau egois untuk satu hal itu, apalagi yang bersangkut pautkan dengan dirimu. Tidak ada hal yang harus dibantah, kata kamu mari kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia, 'kan? Jadi, ayo kita ukir dengan aku sebagai porosnya." Sudut bibirnya terangkat, perlahan turun. Iris cokelat itu menatap dalam gadisnya. "Tidak ada perpisahan yang sakit mulai sekarang. Jadi, ayo ikuti kemauanku seolah-olah kamu hidup kembali." Sungguh gila! Kenyataan apalagi yang harus wanita itu terima, seharusnya bukan seperti ini. Menerima obsesi gelap dari pemuda yang pernah singgah di hatinya. Kemalangan datang di saat semua orang mangkir dari tanggung jawab. Ini tentang pria yang balik ke kampung halaman, membuka luka lama yang selama ini ia pendam dan memilih pergi ke kota. Dengan kembalinya dia ke desa apakah yang akan dia dapatkan? Kemalangan bertemu hantu jail atau kesenangan. Karena ada rahasia yang terkuak secara perlahan. Suara ciri khas Naci adalah PIU. "Piu, Piu, Piu." Bahasa yang hanya dimengerti bangsa jin. ⚠️PLAGIAT JAUH-JAUH SANA! DILARANG MENYALIN DALAM BENTUK APA PUN! HARGAIN JERIH PAYAH ORANG LAIN, KALAU KAMU ORANG~ #8 Humor 3/5/24 #1 Arwah 14/5/24 #1 Hantu 16/5/24 #2 Fiksi umum 21/8/24 #3 Romansa 20/5/25 #5 Fantasi 20/5/25 #3 darkromance 20/5/25
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
28 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
You may also like
Slide 1 of 8
BATAS TAKDIR {On Going} cover
Hantu Naci Piuu! [END] cover
ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳) cover
Bride of The Death Guard (HIATUS) cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Bertransmigrasi Menjadi Selingkuhan Kakek Kaya [End] (Only On wattpad)  cover
THE ANGVILS [ON GOING]  cover
I Want To Die In Peace cover

BATAS TAKDIR {On Going}

23 parts Ongoing

Darah menggenang di bawah tubuhku. Dingin. Sunyi. Aku mencoba menarik napas, tapi paru-paruku terasa sesak. Tubuhku gemetar, kesadaranku mulai memudar. Ini bukan pertama kalinya aku merasakan kematian. Bukan pertama kalinya. Bukan terakhir kalinya. Aku ingin berteriak, tapi suara yang keluar hanya bisikan samar. Tidak ada yang datang. Tidak ada yang menolongku. Aku mati sendirian. Lagi. "Kenapa... selalu begini...?" suaraku terdengar parau. Langit di atasku mulai buram. Aku tidak bisa merasakan tubuhku lagi. Tapi sebelum segalanya gelap, aku melihatnya-sebuah simbol. Terukir di tempat yang seharusnya tidak aku lupakan. Muncul dalam setiap kehidupanku, tapi aku selalu gagal menyadarinya. Kilasan wajah-wajah asing melintas di pikiranku. Atau mungkin... mereka bukan asing sama sekali? Seseorang berbisik di kepalaku. "Kau tidak boleh menyerah." Aku ingin tahu... Aku ingin ingat... Aku ingin bebas. Dan untuk itu, aku harus mengulang semuanya. Lagi.