The Pours House

The Pours House

  • WpView
    LECTURES 15,768
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture2 h 25 min
WpMetadataNoticeDernière publication mer., janv. 28, 2015
WpInfo
Fanfiction
Mots-clésselvia12
INI ASLI DAN FRESH BANGET DARI OTAK SAYACERITA INI MENGANDUNG UNSUR KEDEWASAAN DALAM ARTI NEGATIVSORRY FOR BAD WORDS THE POUR'S HOUSE dulu disebut Sid's pub terletak di-Downie Street no.92, ini adalah tempat justin hang out dengan teman-temannya seperti bermain biliar tempat ini juga strategis karena dekat dengan tempat bermain skateboard, justin sangat jago bermain skateboard sampai saat ini belum ada yang bisa menandinginya, justin layaknya leaders disanah! Bagaimana tidak, menurut para wanita disanah justin-lah yang paling tampan apalagi dengan penampilannya yang stay cool! Ditambah jika ia bermain skateboard di-siang hari pancaran matahari membuat warna bola mata justin berubah yap bola matanya yang hazel mampu menghipnotis wanita disana, keringat yg membasahi tubuhnya membuat justin membuka bajunya seksi! Sangat seksi bukan?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jangan Berpaling Dariku
  • NTdTK: Cek Kedai Seberang
  • BLEECKER FAMILY
  • I'm a Sucker for Pain
  • Crazy Psycho
  •  MY QUEEN DEAD (END)
  • Tacenda: Kita Kembar? | Sudah Dibukukan

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu