Story cover for FLAWSOME by annananana_
FLAWSOME
  • WpView
    GELESEN 67,422
  • WpVote
    Stimmen 6,435
  • WpPart
    Teile 16
  • WpView
    GELESEN 67,422
  • WpVote
    Stimmen 6,435
  • WpPart
    Teile 16
Laufend, Zuerst veröffentlicht Apr. 07, 2022
Hidup tidak akan berubah hanya karena kita menginginkannya

***

Katanya, setiap manusia di dunia memiliki tujuh kembaran yang berbeda darah atau setidaknya orang yang benar-benar mirip, dan Beni percaya itu. Ia percaya kalau di luar sana akan ada orang yang wajahnya serupa dengan dirinya.

Tapi ... yang membuat Beni tidak percaya adalah kalau ternyata salah satu kembarannya itu merupakan seorang bocah laki-laki berumur lima tahun yang kini menjadi teman satu sekolah Aila-putri sulung Andri yang merupakan sahabatnya.

Beni rasanya tidak terima, masalahnya bukan hanya wajah bocah laki-laki itu saja yang sangat mirip dengannya, tapi sifat dan kelakuannya pun begitu menyerupai.

Apalagi dengan ocehannya yang pedas itu.

"Om penculik kan? Ngaku deh, Om mau nyulik kita kan?"

"Eh bocil! Lo lihat muka gue, mana ada tampang gue mirip penculik."

"Muka Om jelek."

Eh?

Beni membelalak. "Enak aja lo," sungutnya lalu berdecak kesal. "Siapa sih nih bokapnya? Pasti tengilnya turunan dari bapaknya nih."
Creative Commons (CC) Namensnennung
Melden Sie sich an und fügen Sie FLAWSOME zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#292fwb
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Penuaan (Dini) Arlea ✅ cover
Perpindahan Dimensi Sang Penulis  cover
Idiot SuperStar✌(j.b) cover
ALRIN cover
The Game cover
THE ARVELLO  cover
Informed Consent cover
AMOUR (Mr. Pradipta) cover
Oddly Coupley (Complete) cover
AZAM : Satu Langit Dua Doa  cover

Penuaan (Dini) Arlea ✅

24 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."