Hijrah membawa Zia Mustika pada cahaya, dan takdir mempertemukannya dengan Omar-pria yang taat, penuh kasih, dan setia. Cinta mereka tumbuh indah, bahkan saat Zia divonis tak bisa memiliki anak. Baginya, kebersamaan dengan Omar adalah anugerah yang tak ternilai. Kebersamaan mereka sederhana namun indah... sampai sebuah janji lama yang pernah Omar ucapkan kembali menuntut untuk ditepati. Demi sumpah kepada Allah, Omar harus membagi cintanya. Demi cintanya kepada Omar, Zia belajar merelakan. Namun badai takdir yang datang kemudian merenggut segalanya-meninggalkan kisah yang tak pernah selesai di bumi... ...dan mungkin hanya akan sempurna di Jannah. "Kalaupun aku pergi duluan... Temuilah aku di Jannah." - Omar "Semoga Allah meridhoi cinta kita." - Zia "Cintaku kepadamu bukan hanya untuk dunia... Tapi sampai Allah memanggil kita pulang." Omar "Di pelukanmu aku hidup... Di pelukanmu juga aku akan mati." - Zia
Detail lengkap