HOME - JENLISA [G×G]
  • Reads 164,193
  • Votes 4,567
  • Parts 6
  • Reads 164,193
  • Votes 4,567
  • Parts 6
Ongoing, First published Apr 07, 2022
Bagi Lisa, Jennie adalah rumahnya.

Orang-orang banyak mengatakan kisah cinta selama sekolah menengah adalah yang terbaik, tapi tidak dengan kisah cinta Kim Jennie dan Lalisa Manoban.

Awalnya hubungan keduanya sama seperti anak remaja pada umumnya, canda dan tawa terus memenuhi mereka, tapi keadaan keluarga Lisa mulai menjadi masalah untuk hubungan mereka.

Keadaan keluarganya yang semakin lama semakin berantakan membuat Lisa ikut berubah, gadis manis itu semakin lama berubah menjadi posesif dengan alasan yang selalu sama, dia tidak ingin  kehilangan Jennie, cintanya.

Hanya ada dua pilihan untuk mereka, menyerah atau bertahan?

----

"We will be okay if we're together, Lisa."

----

Warning! ⚠️
Pure G×G 🔞
Tidak Untuk ditiru⚠️
All Rights Reserved
Sign up to add HOME - JENLISA [G×G] to your library and receive updates
or
#408nini
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
He Fell First and She Never Fell? cover
Ziel Alexander Dominic [PDF]✔️ cover
The Qonsequences cover
Little Dumplings cover
Rafa  cover
Kesayangan Bunda cover
After Graduation cover
Kisah Tak Sempurna cover
𝐒oerabaja, 1730 cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.