Dia, Adthia.

Dia, Adthia.

  • WpView
    Reads 3,521
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 17, 2024
[Spin off Dia, Adnan]. Jika ditanya mengapa pada akhirnya Adthia memilih menekuni bulutangkis, maka ia akan menjawab bahwa ia mencintai olahraga itu dari pertama kali ia melihatnya di televisi, meskipun jatuh bangun ia mempertahankan performa permainannya. Orang-orang terdekatnya bahkan merasa aneh saat melihat Adthia mulai memasuki dunia bulu tangkis, padahal Bundanya seorang penulis dan Ayahnya seorang pelukis, kenapa Adthia tidak menekuni salah satu dari pekerjaan orangtuanya? Entahlah, Adthia merasa bakat kedua orangtuanya tidak ada satupun yang menurun kepadanya. Biarkan orang lain berkata apa, terpenting Adthia hanya ingin meraih mimpinya, menjadi peraih emas di olimpiade seperti idolanya, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.
All Rights Reserved
#440
atlet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karena Aku Memilihmu [ END ]
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Athlete [Rian Ardianto]
  • You Are (√) Complete
  • Obsession Love(Meenping)
  • Atharzain : Cerita untuk Ralin
  • Destiny
  • BRUISES [SELESAI]✔

Cerita tentang kehilangan, luka yang tumbuh menjadi harapan, dan cinta yang datang di waktu yang tak biasa. Tiga tahun setelah kepergian istri tercintanya, Fabian, seorang jurnalis hukum yang telah melewati banyak badai hidup, mengira hatinya tak lagi punya ruang untuk cinta. Tapi semua berubah saat ia bertemu Evelyn, gadis 20 tahun dengan kelingking yang pernah patah-seorang penjaga tiket bioskop yang keras kepala, lucu, dan menyimpan kesepian yang tak pernah ditunjukkan siapa pun. Perbedaan usia 32 tahun jadi bahan gunjingan, tapi tak menyurutkan langkah Evelyn yang percaya bahwa cinta bukan soal umur-melainkan soal siapa yang membuatmu merasa pulang. Di sisi lain, hubungan mereka menghadapi badai saat Arella, anak bungsu Fabian yang kini jadi atlet bulutangkis nasional Singapura, ternyata menyimpan cinta masa kecil kepada Evelyn. Sedangkan Katie, kakak kandung Arella, menjadi fenomena dunia setelah meraih emas Olimpiade Paris untuk Azerbaijan. Namun di balik konflik pribadi dan panggung olahraga dunia, keluarga ini justru menjadi simbol harapan: Arella dan Katie kembali membela merah putih dan mempersembahkan emas Olimpiade USA 2028, mengukir sejarah sebagai kakak-adik yang mengawinkan gelar tunggal putra dan putri-dengan Katie bahkan mencatat rekor membela dua negara berbeda. Sementara itu, cinta Fabian dan Evelyn, yang awalnya dipandang sebelah mata, berubah menjadi kekuatan yang menyatukan mereka semua-di tengah luka, kejatuhan, dan kejayaan. Namun di antara smash, cedera, dan standing ovation, mereka membuktikan: bahwa cinta tak mengenal umur, tak tunduk pada stigma-dan tak pernah memilih waktu yang tepat "Aku tahu aku masih muda. Tapi aku juga tahu rasanya sepi." - Evelyn "Cinta tak menunggu usia. Ia hanya menunggu pulang." - Fabian

More details
WpActionLinkContent Guidelines