Drive You Home | Park Jisung

Drive You Home | Park Jisung

  • WpView
    Reads 337
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 8, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
[Beside Stories of When We Go Hazy | Zhong Chenle] "For the two of us, home isn't a place. It is a person. And we are finally home." -Stephanie Perkins Memasuki usia 17, Rei merasa hidup sepenuhnya menjadi miliknya tanpa ada batasan dan kekangan yang menghalangi. Namun sayangnya gadis itu tidak pernah memperhitungkan mekanisme kejamnya dunia dan takdir yang selalu akan bekerja tanpa bisa dihindari, hingga di satu titik, dia bisa saja terjatuh dan ditinggalkan. Tetapi pemilik semesta yang Mahabaik selalu punya sesuatu untuk Rei. Terlepas dari sikap angkuhnya yang memuakkan, gadis itu masih selalu punya seseorang yang secara magis mampu menemukannya dimanapun. Sosok yang bergegas mengulurkan tangan atau memeluknya erat-erat sebelum berkata, "Let me drive you home tonight." Dia Lintang Azura.
All Rights Reserved
#8
naoirei
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna
  • Karakter Sampingan (Haechan)
  • Surat Dimas [TAMAT]
  • Dua cangkir satu Meja
  • Park Jisung+Squel
  • My STEPBROTHER X Na Jaemin
  • I will Die With You
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • 𝕞𝕒𝕣𝕜 𝕝𝕖𝕖
  • Tuhan, Jaga Dia || Park Jisung

Haechan > Harsa Jaemin > Dikara Dikara cuma seorang penjaga toko. Takdirnya nggak semulus orang lain. Dia dituntut dewasa lebih cepat demi adik-adiknya, dan diminta mengalah terus-menerus demi kakak-kakaknya. Jadi bagian dari sandwich generation bukan hal yang mudah. Setiap hari, ada saja konflik, baik di rumah, maupun di tempat kerja, yang entah kenapa selalu berakhir di pundaknya. Yang Dikara inginkan sederhana, Sedikit ruang untuk bernapas. Menikmati sisa gaji yang pas-pasan untuk secangkir kopi di pinggir jalan, atau membeli kue manis yang dulu cuma bisa ia lihat dari balik etalase. Tapi hidup tak pernah benar-benar memberi jeda. Ekonomi keluarganya yang timpang membuat Dikara jadi seperti aset, dipakai untuk membayar semua biaya hidup masa lalu yang bukan salahnya. Sampai suatu hari, takdir sebagai kasir mempertemukannya dengan Harsa, seseorang yang sejak kecil punya segalanya, yang hidupnya tampak mudah dan nyaris tanpa luka. Namun justru Harsa lah yang menolak semua privilege-nya. Ia memilih kebebasan dengan cara yang tak biasa, dan perlahan, tanpa sadar, menarik Dikara masuk ke dalam labirin miliknya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines