Für Dirgantara

Für Dirgantara

  • WpView
    LECTURES 38
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 8, 2022
Setelah dokter menyatakan bahwa ayah mereka akan pergi tak lama lagi. Tiga bersaudara Joe, Nate dan Aufa berniat mencari keluarga sang ayah yang sudah bertahun-tahun tak ada kabar. Rencana itu dibarengi Joe yang harus menjadi tutor gitar dadakan seorang gadis berambut curly; berwajah jutek; yang baru kehilangan ayah. Nate yang disukai oleh Queen of School justru direcoki perasaannya sendiri. Si bungsu Aufa turut terbawa arus hingga bertemu gadis aneh penggila Teka-teki Silang yang mau-mauan memahami negara dan bahasanya. Dengan petunjuk terbatas; kemampuan amatir; karakteristik berbeda-beda; dan terbongkarnya sisi lain dari sang ayah yang membuat mereka ragu. Akankah Joe, Nate serta Aufa berhasil menjalankan misi mereka?
Tous Droits Réservés
#955
perbedaan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Avyan (End) ✓
  • Menjadi Skala ✓
  • A Light Far in Sight
  • One Shoot Brothership ✓
  • Buana
  • Amara&Sean
  • Licensia
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu