April Mei
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 30, 2022
Sederhana. Tentang hidup. Tentang manusia. Tentang dilema. Rumit. Tentang perasaan. Tentang keputusan. Tidak jelas. Hanya tentang dirimu. Naila, seorang gadis yang terus mencari lenteranya di tengah laut malam yang penuh angin riuh serta kegelapan. Sibuk memikirkan kehidupan orang lain sementara dirinya terabaikan. Manusia yang cukup bodoh, tapi itulah Naila. Gadis paling abstrak seantero ibu kota. Sampai suatu hari ada yang sedikit berubah dari deskripsi Naila di atas. Apakah karena ia bertemu lelaki tampan dan penyayang seperti dalam buku dongeng anak kecil? Ataukah ia bertemu jin yang memberikan ia kesempatan tiga permintaan hingga menjadi orang sukses? Tidak usah banyak tanya, ikut saja bersama cerita kami dan nikmati alurnya.
All Rights Reserved
#52
kakakelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • Lily Kacamata - [ COMPLETED ]
  • Lembayung Senja ✔
  • Little White Lies: Reborn (2025)
  • BAD GOOD FATHER (END)
  • BANTARA (NEW VERSION)
  • Love & Enemy
  • Damira (END)
  • INSECURE (On Going)
  • Terjerat obsesi Yandere

"Kecil, cengeng, ribet, berisik, penakut lagi,"ucap seorang pria mendengus sebal. Kira-kira begitulah komentar Prawira tentang istrinya. Bukan tentang romansa untuk menggoda. Sayangnya dia mengatakan dengan logika. Begitu risihnya pria itu dengan istrinya. -&- Nilam, gadis muda yang memilih menikah dengan pria dengan perbedaan usia 16 tahun. Banyak orang yang mengatakan dirinya hanya mengejar harta jika adanya perbedaan sejauh itu. Sayangnya pria yang dia nikahi adalah pria sederhana, temperamen dan dingin. Padahal di saat yang sama dia bisa mengubah status kehidupannya begitu bahagia dengan pria seusianya dengan karakter sabar dan lemah lembut. Apalagi secara finansial, jauh lebih baik dari pilihannya. Wira, suami yang dipilih Nilam sama sekali tidak mengandung kelebihan selain cerdas. Pria itu juga tidak romantis apalagi mengerti dengan pola pikirnya. Tapi apa yang dia katakan bukannya pemanis. Karakternya memang temperamen. -&- "Nilam. Pernikahan itu hanya sekali. Dengan menikah kamu menyerahkan seluruh kehidupanmu pada suamimu, sayang. Pria temperamen itu tidak pantas denganmu. Kenapa kamu mencari neraka saat dihadapkan dengan surga?"tanya Ibunya mengusap pelan kepalanya. "Mungkin Nilam terlihat bodoh, Bu. Tapi kalau semuanya berpikir demikian, siapa yang akan bersama dengannya? Nilam ingin menjadi kedamaian baginya saat amarahnya memuncak,"ucap gadis itu tersenyum lebar. -&- "Coba jawab aku, bagaimana aku bisa lupa? Setiap aku melihat diri ku di cermin, aku selalu menatap kedua matanya? Bahkan jika aku mengenal perempuan lain, aku pun melihat dengan kedua matanya. Aku ikhlas. Tapi aku tidak mau durhaka pada istriku karena masih memiliki perempuan lain dalam benakku. Jangan buat aku semakin tenggelam dalam kesalahan, Pram. Jangan kamu pikir aku tidak berusaha untuk membuangnya. Namun apa yang ku dapat? Semakin aku mencoba, perasaan itu semakin tumbuh, Pram,"ucap Wira frustasi. -&- Salam hangat, Aku yang masih mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines