Mareline dan Enigma Tiga Kehidupan

Mareline dan Enigma Tiga Kehidupan

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing1h 0m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 28, 2022
Mareline terbangun di sebuah tempat asing setelah tidur selama dua hari di kamarnya. Lalu, dengan mengandalkan kata hati, ia berusaha mencari jalan keluar untuk kembali ke tempat asalnya. Namun, bukannya jalan pulang, ia justru bertemu dengan dua pemuda yang mengaku sebagai penyihir hebat dari abad ke-20 dan seorang bangsawan di abad ke-19. Masih dengan ribuan tanda tanya, Mareline kembali dikejutkan dengan fakta bahwa dirinya harus berjuang untuk kembali hidup di dunia atau menuju kekekalan yang sebenarnya. Bersama satu penyihir dan seorang bangsawan, yang sama-sama mencari jalan hidupnya, mari kita lihat, siapakah yang berhasil kembali ke dunia dan siapa yang harus terjun dalam keabadian. Saya nggak tau ini nulis apaan. Semoga bisa dinikmati•́ ‿ ,•̀
All Rights Reserved
#37
mati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putar Arah
  • SENYUMAN MALUNYA SEMANIS HALWA
  • Untuk Anggun, Dari Aisy
  • BUKIT LALANG
  • My Sun Flower (Complete)
  • Tumbuh Tanpa Sembuh | TAMAT
  • Jalan Berpisah
  • Bisikan Di Kota Terlupakan

Jika hidup adalah perjalanan, maka hidup juga tentang orang-orang yang kita temui dan silih berganti. Dalam sebuah perjalanan, terkadang kita berjalan sendiri, kadang juga ada teman yang membersamai. Ada yang datang dan pergi, ada yang hanya sekedar singgah untuk basa-basi, atau menetap sampai mati. Perjalanan juga membuat kita tahu bahwa tak selamanya orang lain akan berada di arah yang sama dengan kita. Orang yang berlawanan arah bisa jadi searah. Sebaliknya, yang searah bisa jadi putar arah. Namanya perjalanan, tentu tak akan selalu lancar. Begitupun dengan hidup Lana setelah sebuah batu besar menghadang perjalannya. Pada saat itu, Ia merasa semesta terlalu sibuk bermain dengannya. Atau malah mempermainkannya? Entahlah, yang pasti Lana hanya punya dua pilihan. Hancurkan batu itu dan melewatinya atau memilih putar arah untuk mencari jalan yang lain. Namun yang pasti, jika Lana memilih menghancurkannya, mungkin Ia juga akan ikut hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines