BLUES

BLUES

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Biru, milikku, untukku, hidupku ~ Dengan cerita dimulai saat bangun tidur, apapun yang akan terjadi nanti, "feena bisa, yakin, dan pasti bisa!". Ucap Afeena Prathya Anggita sambil memegang handphone kecilnya, tergegas ia bangun untuk membereskan kamar tempatnya tidur dan tinggal selama 15 jam di setiap harinya. "mau pake air anget ga kak?," Ucap kakek feena yang tak ada bosannya setiap pagi selalu melontarkan kalimat tersebut padanya. "ga dulu kek, ini airnya ga terlalu dingin juga kok.." "mau sampai kapan kamu nahan terus, dek?.." Ucap neneknya sambil menaruh botol minum kedalam tas birunya feena. "gapapa nek, lagian jarang terjadi juga, feena masih bisa nahan.." Maksud feena?!! Next story --- Happy reading ! Jangan lupa follow aku yaa @gitasrf
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jingga di Langit Biru
  • ALBIRU || Huang Renjun
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]
  • Pelarian Romantis yang Membahayakan
  • Alice
  • Arsyilazka
  • ALGARA [TERBIT]
  • GRIZLEN {On Going}
  • What You Know? (Tamat)
  • Bara [REVISI]

Sequel "Branched Love" "Tolong jaga Nila." -Dion- "Ini semua salahku Kas, kalau aja aku gak lalai jaga Biru, mungkin kak Dion masih hidup." -Andin- "Semua udah terjadi Din, kita gak bisa mengubah takdir. Yang terpenting sekarang, kita jaga Nila, seperti kita menjaga Biru." -Angkasa- ~~~ Nilla dan Jingga, saudara kembar yang terpisah. Jingga hidup dipenuhi rasa benci dan dendam. Dia ingin menghancurkan wanita yang merebut ayah dan saudari kembarnya. Takdir membawanya bertemu Biru, lelaki dingin bermanik coklat terang yang meruntuhkan semua pertahanannya. "Kamu membuatku lupa Ru, cinta selalu menyelipkan luka. Bersamamu, yang ku tau hanya bahagia." -Jingga Annarestia Adiwangsa- "Aku pikir, cinta itu hanya bualan. Sampai aku bertemu sosok keras kepala sepertimu, Jingga." -Langit Biru Natanegara- Ketika cinta mendekatkan mereka, ketika Jingga hampir lupa dengan dendam masa lalunya. Terkuat satu fakta besar yang membuatnya dilema. Cinta, atau melanjutkan dendam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines