Menepilah Cinta

Menepilah Cinta

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Oct 16, 2022
Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • destroyed °||on going||°
  • Jodoh Pilihan Abi
  • My Love Manager [M.Atsumu]
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • Beautiful Days Have Become Memories - Country Humans
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • My Life ( Lookism edition )
  • If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS]
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]

HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA EITS JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN NYA KAKA😉 Cerita ini menceritakan perjalanan seorang gadis yang memiliki masa yang sangat suram,dimana pada saat gadis sebaya nya menikmati masa remaja nya dengan bersenang-senang lain hal nya dengan gadis yang bernama INDAH ANANDATASYA,dia seorang gadis cantik yang berusaha bekerja keras sebagai karyawan salah satu restoran,dia mempunyai keluarga tapi sayang sekali nasib tak seindah namanya Indah,dimana keluarga nya selalu memperlakukannya seperti budak. "Tuhan mengapa saya harus terlahir di dunia ini jika saya harus di perlakukan seperti ini hiks..hiks"Indah berterik di tepi pantai dan mengeluarkan semua isi hati nya. "Jika saya memang tidak di takdirkan untuk bahagia untuk apa Tuhan untuk apa,Saya capek hati saya hiks....Hikss...." ucap nya terpotong kala butiran air keluar sangat deras membasai pipinya "hati saya hancur ketika orang tua saya sendiri memperlakukan saya,seakan akan saya bukan keluarga nya hikss... "Lanjutnya sambil mengusap pipi nya yang basah karna air mata nya karna merasakan udara semakin dingin Indah memilih untuk pulang..... Maaf yah jika banyak kosa kata yang salah,atau cara ngetik nya,soalnya ini cerita pertama saya. Jika ada yang salah di komen yah,biar saya bisa memperbaiki nya🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines