Ada Apa Setelah Hujan?

Ada Apa Setelah Hujan?

  • WpView
    Reads 3,750
  • WpVote
    Votes 439
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 5, 2022
Rain lahir saat hujan, karena itu ibunya memberi dia nama Rain. Karena itu juga, Rain tidak diperbolehkan berteduh saat hujan. Kata ibunya, hujan dan dia tidak bisa dipisahkan. Dia anak yang harus kuat, tidak boleh menunda waktu hanya untuk berteduh. "Kenapa kamu berteduh? Kamu membuang banyak waktu, Rain!" "Seharusnya, sebelum musim hujan malam itu, saya sudah menggugurkan kamu." "Hanya karena basah kena hujan, kamu langsung sakit? Jangan lemah." Semua kalimat dari ibunya itu yang membuat Rain bertanya pada setiap orang yang mengajaknya berteduh saat hujan; "Memangnya, ada apa setelah hujan?"
All Rights Reserved
#762
rain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Tentang Dia [END]
  • Lingga [SELESAI]
  • Hujan Dan Kamu (Completed)
  • She Pluviophile
  • Derai Hujan
  • Warna Untuk Pelangi [✓]
  • Rainasta

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines