Story cover for YOU'RE ENOUGH by cibogo01
YOU'RE ENOUGH
  • WpView
    LECTURAS 54
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 54
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado abr 09, 2022
Hidup memang keras dengan tumbuh tanpa perhatian dari kedua orangtua. penghianatan, perselingkuhan, perceraian, serta terlalu percaya kepada seseorang, itu semua sudah Selly rasakan.

Namun kehidupan tidak selalu berada di bawah Seiring berjalannya waktu, disaat saat dia mulai menyerah dengan semuanya, Ada tangan yang siap membantu nya Bangkit dari keterpurukan.

°
°
°
°

"ingat ya Selly, kamu harus pilih antara Mama atau Papa, nggak ada pokoknya istilah tinggal sendiri apalagi zaman sekarang anak muda pada liar kalau dibiarin tinggal sendiri! " timbal penjelasan dari sang ibu

"Gue terlalu percaya sama lo sampai Gue lupa kalau orang terdekat kita bisa jadi musuh dalam selimut" Selly

"Aku minta maaf sayang aku gak sengaja ngelakuinnya, Aku gak mau putus sama kamu " ardzan 


Akankah Selly dapat bahagia lagi setelah begitu banyak luka yang ditorehkan oleh orang terdekatnya yang membuatnya trauma dengan Membangun hubungan?



⚠️ maaf jika cerita ini masih belum sepenuhnya benar dalam penggunaan kata maupun kalimat.
maklum masih pemula 😅

⚠️ eh iya jangan lupa vote nya yaa!!
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir YOU'RE ENOUGH a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Kami Tumbuh Dari Ledakan cover
New Possessive Family  cover
Sehari Untuk Selamanya cover
24/7 (HIATUS) cover
Semesta untuk sean cover
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
RUANG DEPRESI [ END ] cover
Sefrekuensi {ON GOING} cover

Kami Tumbuh Dari Ledakan

30 partes Continúa

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.