Fake scenario

Fake scenario

  • WpView
    Lectures 28
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juil. 4, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Airi annabela gadis yang selalu bersembunyi di balik topeng tebal yang ia miliki. Bagi temanya Airi adalah gadis yang beruntung, ia selalu tertawa, ceria, dan terlihat tidak ada beban sama sekali dalam hidup nya. Bagi Airi hidupnya tidak semulus yang temanya lihat Airi adalah anak yang sulit bersosial karena ia takut untuk melakukannya ia selalu di hantui keraguan. Tiba pada hari itu saat Airi menginjak usia 16 tahun dan memasuki sekolah SMA. Untuk pertama kalinya dia merasa nyaman dengan dunia luar dan memiliki teman. "Aku lelah dengan semuanya, tapi aku harus bertahan sampai cerita ini berakhir karena aku tidak bisa berhenti di tengah cerita seperti ini"- Airi annabela
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Can I ?
  • WHEN SPRING COMES AGAIN ( END )
  • Sketchbook ✔
  • Popularitas adalah Segalanya (Melodi)
  • Different Universe

Bagi Arai, menulis adalah sesuatu yang pribadi-sebuah dunia di mana ia bisa menyusun kata-kata tanpa harus menjelaskan dirinya pada siapa pun. Namun, ketika ia bergabung dengan ekstrakurikuler sastra di sekolahnya, ia mendapati bahwa menulis bukan lagi sekadar miliknya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan Satria, seorang penulis berbakat yang kata-katanya terasa begitu nyata, tetapi selalu menyimpan sesuatu di baliknya. Dalam lembaran-lembaran kertas dan percakapan yang tak selalu terselesaikan, Arai mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terungkap di antara mereka. Sebuah perasaan yang tumbuh di antara baris-baris yang belum selesai. Namun, tidak semua kata bisa dengan mudah diucapkan, dan tidak semua cerita memiliki akhir yang mudah ditebak. Di antara kalimat yang tertunda dan perasaan yang enggan diakui, apakah mereka mampu menemukan kata-kata yang tepat? Atau justru membiarkan cerita ini tetap menjadi sepotong kalimat yang tak selesai?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu