LIANI-KU-LIANI

LIANI-KU-LIANI

  • WpView
    Reads 36,679
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing1h 3m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 16, 2022
Cerita tentang sosok pak tua pengemis yang memperoleh benda pusaka warisan dari mendiang Ibunya. Sebenarnya itu untuk ayahnya, namun karena ayahnya sudah meninggal sebelum menemukan itu. Maka ialah yang mengambil pusaka tersebut. Namanya Jatmo, seorang petugas kebersihan komplek yang tua dan lusuh terpaksa menerima fitnah warga karena dituduh mencuri baju dalaman anak pak RT. Akibat fitnah tersebut membuat Jatmo menaruh dendam kepada anak pak RT tersebut. Dengan menggunakan warisan itu, dirinya berencana untuk memperoleh kehidupan normal melalui badan anak gadis RT yang masih sangat muda itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • diet pepsi
  • Ranjang sahabatku
  • Tania
  • Home Is You
  • Untuk Anggun, Dari Aisy
  • Another Side - Completed
  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Memeluk Masa Lalu
  • Dua Helai Daun

Fajar, seorang HRD di perusahaan startup Jakarta, menjalani hidup seperti spreadsheet: rapi di permukaan, hampa di dalam. Ia baru saja keluar dari hubungan gelap dua tahun dengan seorang pria beristri-kisah yang tidak pernah benar-benar dimulai, dan justru membusuk dalam diam. Sejak itu, hidup Fajar tersusun dari denial dan Diet Pepsi. Ia tidak menyebut dirinya kesepian, hanya "sibuk." Ia tidak bilang dirinya terluka, hanya "butuh waktu." Tapi setiap pagi, ia meneguk soda dingin di kos-kosan kecilnya dan berharap tubuhnya tidak terasa terlalu nyata. Malam-malamnya dipenuhi gula sintetis, makanan delivery, notifikasi kosong, dan pertanyaan dalam kepala yang tidak pernah dijawab. Hingga suatu malam, di depan kulkas minimarket 24 jam, ia bertemu seorang laki-laki eksentrik yang memanggilnya dengan cara yang belum pernah dilakukan siapa pun: lewat tubuhnya. Bukan rayuan. Bukan ancaman. Tapi lewat rebusan jahe, lewat larangan halus untuk tidak memesan ojek, lewat tantangan untuk jalan kaki dua blok. Namanya Kelam. Ia hadir seperti seseorang yang tidak pernah diundang, tapi entah kenapa tahu seluruh isi lemari Fajar-termasuk yang terkunci rapat. Kelam membawa botol jamu, jaket tambalan, dan logika dunia yang tidak selalu rasional. Tapi kehadirannya membuat waktu terasa lebih lambat. Lebih penuh. Lebih menakutkan. Karena yang paling Fajar takuti bukan orang asing... Tapi orang yang melihatnya terlalu jelas, tanpa pernah diminta. Siapa sebenarnya Kelam? Kenapa ia tahu terlalu banyak? Dan kenapa tubuh Fajar merasa lebih hidup setiap kali ia datang? Pertemuan ini membuka satu pintu kecil dalam hidup Fajar. Pintu yang tidak pernah ia berani buka sendiri. Tapi setelah terbuka... tak ada yang bisa kembali persis seperti sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines