DALAM PENANTIAN HALALKU (TAMAT)

DALAM PENANTIAN HALALKU (TAMAT)

  • WpView
    LETTURE 297,780
  • WpVote
    Voti 10,735
  • WpPart
    Parti 32
WpMetadataReadCompleta gio, apr 9, 2020
Penantian yang sangat panjang dengan berbagai ujian. Itulah yang dirasakan oleh Eljaheedah Ash-sholihah. Akhawat berumur 23 tahun menjalankan masa-masa hijrahnya penuh dengan ujian. Berbagai ujian ia lewati, termasuk ujian cinta. Allah hadirkan beberapa ikhwan dalam hidupnya untuk menguji kesetiaannya kepada Sang Illahi Rabbi dalam penantian halalnya, sampai akhirnya Allah hadirkan seseorang di masa lalunya yang telah lama menghilang kembali melengkapi kehidupannya..
Tutti i diritti riservati
#3
penantianhalal
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Cinta Dalam Iman
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • MELEPAS HARAP | Complete
  • Rihlat Tawila "Perjalanan Panjang Menggapai Ridho Allah"
  • Be Present and Stay
  • Alur Bersamamu [Complated]
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • DI JODOHKAN DENGAN WANITA BERCADAR (LENGKAP)
  • Hafira Hijrah (End)
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti