Senjangga

Senjangga

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 2, 2022
"Dipertemukan hanya sebagai pelengkap, dijauhkan meninggalkan luka." ... Mencari keberadaan sosok ibu? Awal yang baik? Akhir mengejutkan? Semua terjadi pada gadis broken home. Ia memiliki banyak bakat, dan prestasi, selalu di puji. Tapi tidak ada yang tau latar kehidupanya. Berjalan di jalan penuh duri seorang diri. Menjaga rahasia hidupnya seorang diri. Berbeda saat orang itu datang, ia mulai melupakan masalah nya. Yang selalu memperhatikanya, melindunginya, mengkhawatirkan, dan selalu ada di sisi nya. hingga rasa itu datang. Tapi takdir yang ditulis di hidupnya, tidak sesuai dengan impian nya bersama dengan nya. Mereka akan menjalankan kehidupan masing-masing, hanya sebagai teman, ataupun saudara. "Kau hanya sebagai senderan ku sementara, dan menjadi senderan nya untuk selamnya." "Jika saja bukan karna ada ikatan ini, aku juga tidak akan mau berpisah dengan mu." ~••~ Follow sebelum membaca ;) Tinggalin jejak kaliannn! update kalau ada waktu :v Happy All😃
All Rights Reserved
#19
berakhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • The False Reality (TELAH TERBIT)
  • Serpihan Luka
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Let Me Love You Longer
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines