Insecure? NO!!

Insecure? NO!!

  • WpView
    Lectures 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., avr. 12, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Hai, nduts!" "Anjirr kaget gw liat muka Lo, pergi Sanah!" "kurusan ya sekarang, hehe." dengan nada mengejek. mendengar ejekan-ejekan yang terus dilontarkan kepadanya membuat bulan tidak percaya diri akan penampilan dirinya apalagi berfikir untuk berpacaran, sudahlah itu sudah sirna dalam fikirannya. Bulan hanya ingin kedamaian. bintang mengerutkan dahinya. "Insecure Mulu hidup Lo, berubah atuh lan," ucapnya dengan nada keras didepan umum. !!! -Bulan Anaya -Alvin Bintang Pratama
Tous Droits Réservés
#287
insecure
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Aksara Lingga
  • Cinta Pertama Rembulan
  • Mentari Tanpa Sinar
  • My Beloved Enemy
  • Bagai Bintang Bulan
  • GARIS TAKDIR
  • The Butterfly 4 Sacrifice
  • " BYE "
  • Gerhana
  • Penghuni Malam

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu