Story cover for Tak Sama by YourCIMIIIY
Tak Sama
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 10, 2022
Hubungan indah ini terhalang dinding tinggi, membuat dua insan yang saling mencintai tidak bisa bersatu. Hubungan yang sudah diketahui bagaimana endingnya namun tetap terjadi dan berakhir karena permasalahan yang sudah diketahui.

"kita beda kak" 
"Gue bisa kok pindah"
"Gak kak, gue gak mau Lo pindah cuman karna gue"

Orang bilang cinta itu indah, tapi mengapa rasanya semenyakitkan ini. 
Ethan yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta, merasakan sakit yang mendalam karena perbedaan yang ada pada mereka. 
Aresa yang baru pertama kali menemukan orang yang dapat membuatnya nyaman, merasakan cinta yang sebenarnya. Namun harus merasakan perpisahan yang menyakitkan karena perbedaan pada mereka. 

"Kalau aku dan dia tidak bisa bersatu, mengapa aku harus mengenalnya, mengapa aku bisa jatuh cinta padanya"
All Rights Reserved
Sign up to add Tak Sama to your library and receive updates
or
#2aresa
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
ANTARA DOA DAN RASA cover
Kita yang Tak Sama (Sudah Revisi)  cover
A high wall for us cover
Faith cover
Datang & Pergi cover
Satu Hati Dua Keyakinan  cover
Segitiga Bermuda cover
Langit Semesta cover
PERBEDAAN cover
Kita Yang Tak Sama cover

ANTARA DOA DAN RASA

12 parts Ongoing

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?