Rezfiral [ ON GOING ]

Rezfiral [ ON GOING ]

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2022
𝑫𝒊𝒑𝒆𝒓𝒕𝒆𝒎𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒔𝒆𝒎𝒆𝒔𝒕𝒂 𝒏𝒂𝒎𝒖𝒏 𝒕𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒈𝒊𝒂. Kata orang, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang, tempat untuk meluapkan semua masalah, tempat yang nyaman untuk menjadi sandaran. Namun pada kenyataannya, Rumah bukan lagi tempat yang nyaman, bukan juga tempat pemberi cinta dan kebahagiaan, melainkan rumah ialah tempat dimana semua air mata berasal. 𝐑𝐞𝐧𝐝𝐲 𝐙𝐞𝐯𝐚𝐧𝐜𝐚 𝐀𝐝𝐫𝐢𝐚𝐧 sosok yang tiba - tiba saja muncul disaat Natta sedang membutuhkan rumah untuk bercerita dan bahu untuk bersandar. Disaat Natta yakin bahwa ia bisa menjadi rumah dan sandaran ternyaman ketika dirinya lemah dan lelah, tetapi lagi - lagi semesta tak berpihak kepada dirinya. © 2021
All Rights Reserved
#82
terbitjaksamedia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • 𝐓𝐮𝐣𝐮𝐡 𝐌𝐢𝐦𝐩𝐢 ✔ [ revisi ]
  • Find Happiness || END
  • ARJUNA: RUMAH UNTUK SEMESTA [END]
  • ADARUSA | Park Jisung (TAHAP REVISI)
  • 1 Kakak 6 Adik│NCT DREAM
  • Reinkarnasi | Renjun [✔]
  • Kemana Arah Pulang?
  • ARKANANTA

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines