Rumah Singgah

Rumah Singgah

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 1, 2022
WpInfo
Non-Fiction
menceritakan mengenai 8 orang manusia yang bertahan hidup dalam cobaan kehidupan dunia, meski bukan saudara kandung tapi kebersamaan dan kekeluargaan terjalin baik dalam diri mereka. Kisah akan mengalami pergejolakan dimana sifat-sifat manusia muncul karena adanya persoalan hidup yang datang. Marah, senang, sedih, keras kepala, sombong, angkuh dan sebagainya akan muncul dalam diri seorang manusia. Meski begitu, agama dapat meredakan sebuah persoalan hidup itu, baik yang kecil maupun yang besar. Dalam novel ini penulis membuat cerita yang memfokuskan kepada persoalan hidup tokoh Eru terhadap 7 keluarga barunya, sepeninggal kakek tersayangnya membuat hidupnya menjadi suram dan selalu tidak bersemangat, alih-alih Eru selalu melihat kebelakang dan tidak melihat kedepan. Namun semua itu berubah ketika Eru diberikan wewenang untuk menjaga sebuah tempat yang bernama "Asrama Singgah". Di Asrama Singgah, pergolakan hidup Eru akan diuji dengan hadirnya 7 keluarga baru dan permasalahan mengenai warisan tokoh kakek. Apakah Eru bisa mengatur kehidupan 7 keluarga atau saudara barunya itu? Dan apakah bisa Eru dapat menyelamatkan warisan kakeknya yang berupa tempat/rumah singgah berupa asrama itu?
All Rights Reserved
#826
kerinduan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • ZAWIL
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • pewaris yang terlupakan
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • My Friend My Love
  • Langit Kelabu Milik Ara

Kalingga selalu dikenal sebagai anak baik. Senyumnya hangat, tutur katanya lembut, dan ia tak pernah menolak untuk membantu siapa pun. Tapi tak ada yang benar-benar tahu di balik semua kebaikan itu, Kalingga menyimpan luka yang dalam, kesepian yang sunyi, dan kelelahan yang tak terlihat oleh siapa pun. Ia tumbuh sebagai people pleaser, memendam keinginan dan perasaannya sendiri demi diterima, disukai, dan dianggap cukup. Namun saat tekanan batin mulai menggerogoti, tubuhnya pun ikut menyerah. Kalingga didiagnosis mengidap penyakit autoimun, dan untuk pertama kalinya, ia mulai mempertanyakan segalanya mulai dari nilai hidupnya, arti kebahagiaan, dan mengapa kebaikan yang ia beri tak pernah cukup untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Di tengah keputusasaan, sebuah telepon datang membawa kabar yang mengguncang dunianya. Ibunya, yang selama ini dikatakan telah meninggal, ternyata masih hidup. Dari situlah perjalanan Kalingga berubah menjadi pencarian akan kebenaran, jati diri, dan cinta yang selama ini ia cari di tempat-tempat yang salah. Novel ini adalah potret tentang luka-luka yang tak terlihat, tentang keberanian untuk berhenti menyenangkan semua orang, dan tentang cinta tanpa syarat yang terkadang baru ditemukan saat segalanya runtuh. Dan saat semuanya berakhir, satu pertanyaan tetap menggantung apakah Kalingga akan menemukan dirinya yang sesungguhnya, atau justru kembali tenggelam dalam bayang-bayang orang lain?

More details
WpActionLinkContent Guidelines