We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rumah Singgah

Rumah Singgah

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 1, 2022
WpInfo
Non-Fiction
menceritakan mengenai 8 orang manusia yang bertahan hidup dalam cobaan kehidupan dunia, meski bukan saudara kandung tapi kebersamaan dan kekeluargaan terjalin baik dalam diri mereka. Kisah akan mengalami pergejolakan dimana sifat-sifat manusia muncul karena adanya persoalan hidup yang datang. Marah, senang, sedih, keras kepala, sombong, angkuh dan sebagainya akan muncul dalam diri seorang manusia. Meski begitu, agama dapat meredakan sebuah persoalan hidup itu, baik yang kecil maupun yang besar. Dalam novel ini penulis membuat cerita yang memfokuskan kepada persoalan hidup tokoh Eru terhadap 7 keluarga barunya, sepeninggal kakek tersayangnya membuat hidupnya menjadi suram dan selalu tidak bersemangat, alih-alih Eru selalu melihat kebelakang dan tidak melihat kedepan. Namun semua itu berubah ketika Eru diberikan wewenang untuk menjaga sebuah tempat yang bernama "Asrama Singgah". Di Asrama Singgah, pergolakan hidup Eru akan diuji dengan hadirnya 7 keluarga baru dan permasalahan mengenai warisan tokoh kakek. Apakah Eru bisa mengatur kehidupan 7 keluarga atau saudara barunya itu? Dan apakah bisa Eru dapat menyelamatkan warisan kakeknya yang berupa tempat/rumah singgah berupa asrama itu?
All Rights Reserved
#335
kerinduan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pendekar Dari Pajajaran
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • My Friend My Love
  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • Family Strength END✔️
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Saparate Life
  • MEMBUKA LEMBARAN BARU
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]

Setiap kerajaan besar menyimpan dua hal yang tak terelakkan: kejayaan... dan keretakan. Di Tarumanagara, pecahan-pecahan itu mulai terasa seperti getar halus di permukaan air-nyaris tak terdengar, tapi menyimpan badai yang sabar. Patih Wilagni tahu: ia sedang berdiri di antara sisa-sisa peradaban yang megah, tapi rapuh. Di usia senjanya, ia hanya ingin diam di beranda, mendengar suara angin dan cucu yang tertawa. Tapi sejarah jarang mengizinkan seseorang pergi tanpa luka. Tuduhan, pengkhianatan, dan dendam masa lalu mendesaknya untuk memilih: diam... atau melindungi yang ia cintai. Aryaseta, putra semata wayangnya, belum sepenuhnya tahu bahwa darah yang mengalir di tubuhnya adalah warisan dari masa yang runtuh. Ia masih membaca sastra tua di kamarnya, tidak tahu bahwa namanya sedang ditimbang di ruang-ruang kekuasaan yang tak ia kenal. Dan Santanu, bekas prajurit yang memilih menjauh dari hiruk-pikuk istana, kini harus kembali menakar kesetiaan di atas luka. Di antara rempah-rempah dagangannya, ia menyimpan satu sumpah: agar tak satu pun anak cucunya jatuh ke dalam lingkaran dendam keraton. Lalu, Tarumanagara pun pecah. Dari rahimnya lahir dua anak kandung yang tak lagi saling mengenal: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Satu ingin melanjutkan nama, satunya ingin memulai yang baru. Tapi sejarah tidak pernah bisa ditulis tanpa darah. "Petaka di Tarumanagara" bukan sekadar kisah tentang raja dan perang. Ini adalah narasi tentang perpisahan, tentang keberanian menyelamatkan jiwa meski kehilangan segalanya, dan tentang cinta yang bertahan meski dunia berubah bentuk. Bila kekuasaan adalah lingkaran, maka cerita ini adalah tentang orang-orang yang memilih keluar dari pusaran itu-demi cinta, demi warisan yang lebih luhur daripada tahta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines