We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
kita berbeda tapi jatuh cinta.

kita berbeda tapi jatuh cinta.

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Bercerita tentang kisah cinta antara dua orang anak SMA griya permata, yang setiap harinya selalu menjadi perbincangan banyak warga sekolah, karena mereka terlihat sangat serasi dan juga sangat terlihat bahagia saat mereka bersama. Mereka selalu bersama setiap saat, dimanapun dan kapanpun, tapi padangan orang orang kepada mereka semuanya salah, karena mereka berdua setiap hari selalu memikirkan hubungan mereka yang mungkin tidak akan bertahan untuk kedepannya, karena mereka itu berbeda... ya mereka berbeda keyakinan, harapan untuk terus merajut hubungan yang indah dan terus bahagia, bagi mereka hanyalah sebuah impian. Btw cerita ini aku terinsipirasi dari lirik lagu ini " aku untuk kamu, kamu untuk aku.. namun semua apa mungkin? Iman kita yang berbeda... Tuhan memang satu.. kita yang tak sama..." Ini dia lirik nya hahaha, kalian juga pasti tau kan liriknya? Pasti lah. cover by @Pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • ASRAR|
  • Me,You and the story we went through.
  • KOMAR.
  • OUR PROMISE
  • Pangeran Kelas
  • Yudiaskel
  • Y & W [END]
  • Menyimpan Rasa (END)

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines