Story cover for Zemira by Mimiddddd
Zemira
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Apr 11, 2022
Sebuah kesalahan mungkin bisa di maafkan, tapi memilih kembali bersama pasangan itu adalah pilihan. -Zemira Prameswari

Sepenggal kisah yang menjadi kasih karena singgah namun tak sungguh. 

*****

"Gue nggak nyangka Lo tega bikin Fara celaka." 
"Ini nggak seperti yang kamu lihat, Ga."
"Mulai sekarang, jangan pernah nunjukin wajah busuk Lo di depan gue lagi."

*****

"Maaf tapi rasa sayang itu udah sirna di hati gue."
"Please balik, Zem."
"Gue nggak bisa, kita udah putus."

*****

"Semira meninggal."

"Zem, kamu nggak mungkin ninggalin aku kan?"
"Bilang sama aku semua yang kamu mau, Zem. Asal jangan pergi tinggalin aku." 

*****

"Mas nggak usah kemana-mana, ya. Aku lagi mau ditemenin sama, Mas."
"Iya sayang."

*****

"Sayang kesini."

Deg

"Dia suami kamu?"
 
sang gadis hanya tersenyum simpul lantas berbalik

"Iya, Mas."

*****

Penasaran? Mari kita baca!
Cerita pertama mimiddddd, jangan lupa kasih saran ya!
All Rights Reserved
Sign up to add Zemira to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
You may also like
Slide 1 of 8
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
STUCK cover
Still With You  cover
Favorite Wound cover
Thursday Sweet cover
Ingkar 🌿|| Ending  cover
F A K E ? [End] cover
AURORA cover

My Name is SYANARA (COMPLETED)

55 parts Complete

"Kamu ga akan pernah pergi, rumah kamu di sini kamu harus bareng terus sama Bunda" ucap Airin menahan putri bungsunya. "Maaf Bun, Ara pengen cari kebahagian Ara dan kebahagian itu ga Ara dapet di sini" ucap Ara sembari melepaskan tangan Airin yang menahannya. "Kamu akan pergi kemana? Cukup ikhlaskan Alvino dan semuanya ga ribet kayak gini" "Ayah ngomong gampang tapi aku yang jalanin susah! Sekarang coba Ayah yang ada di posisi aku, aku suruh Ayah pisah sama Bunda apa Ayah mau? Bertahun-tahun Fira selalu nomor satu di hati Ayah, tapi aku? Selayaknya pesuruh, selalu nurut apa kata penyuruhnya" Ara berkata dengan air mata yang semakin mengalir deras, ingin cepat pergi dari sana, "Apa Ayah pikir semua yang Ayah suruh dan aku turutin itu bikin aku bahagia? Jawabannya enggak!" Penasaran? Yukk langsung bacaaa