BALGIOT
  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 30, 2022
"Belgliot!" Gadis yang lebih memilih menjadikan buku-buku didepannya sebagai penopang tidur terkejut dengan suara wanita parah baya yang memekikkan telinganya. Siapa lagi kalau bukan ibunya--Aynu. "Ibu berulang kali aku bilang jangan panggil Belgliot. Panggil aku Aunur ibu," kata gadis itu kesal telah diusik dalam tidurnya. "Ibu memiliki hak memanggilmu Belgliot apa kau lupa nama lengkapmu Belgliot Aunur Aofha. Seorang gadis cantik yang menggembirakan yang menjadi cahaya penyelamat." "Iya aku tahu ibu. Ibu mengatakan sudah ribuan kali ibu mengatakan sekali lagi aku kasih piring pecah," sahut gadis itu kesal. "ada apa ibu membangunkanku?" "Bisa-bisanya kamu tidur dengan buku-buku ini. Apa kamu lupa sekarang belalang bermunculan dimana-mana kamu harus lebih giat lagi menyelesaikan semua ini. Ibu datang kemari untuk memberikan kamu tambahan buku lagi. Waktu kita tidak banyak, bumi sudah semakin menua. Bencana terjadi dimana-mana kita harus siaga," kata Aynu dengan wajah serius.
All Rights Reserved
#3
kamarfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELENOPHILE
  • 𝐌𝐲 𝐇𝐮𝐬𝐛𝐚𝐧𝐝 (END)
  • ~MoonShiny~◇
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • My Dad is Taboo [END]
  • A Symphony of life
  • GARVIANNA (END)
  • Puing luka
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Ayesha Transmigration

"gw gapeduli bul, gw cmn syg sama lo gw cinta sama lo, bahkan sekarang gw udah jatuh, sejatuh jatuh nya sama lo bul" ucap avond dengan kepala tertunduk lemas sambil memegang tangan bulan. "tapi gw peduli avond! peduli sama kita, gimana kedepan nya, hubungan nya. Tapi lo apa? sepertinya memang matahari lebih pantas dengan senja, dan bulan selalu dengan malam nya, maaf avond kita selesai" ucap bulan dengan berat hati, dan tangisan nya, seraya melepas genggaman avond di tangan nya, lalu pergi menjauh dengan segala kenangan dan kecewa. 'sampai kapan pun rembulan hanya milik sang malam dan senja hanyalah pembuka sebelum sang malam tiba' -avnd 'tidak ada yang lebih pantas dari matahari untuk senja dan bulan untuk malamnya' -bln HAIIII!! PENASARAN GA SIH SAMA CERITANYA?? GIMANA SIHH KOK BISAA KAYA GITU ITU LOHH?! YAUDAH YUKKK BACCAHHHH AZZAAA👊🏽

More details
WpActionLinkContent Guidelines