EX HUSBAND

EX HUSBAND

  • WpView
    Reads 262,909
  • WpVote
    Votes 17,372
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 5, 2025
Xander mengikuti langkah lebar istrinya dengan wajah yang sangat datar dan dingin, Xander mengernyitkan keningnya bingung, sial. Untuk apa istrinya membawa ia ke tempat sampah, yang baunya sangat busuk. "Kamu nggak nanya, Mas, kenapa aku bawa kamu..." "Kamu membuang waktu berhargaku, Sherin...." "Aku yang membuang waktu berhargaku bahkan sudah membuang hidupku pada laki-laki sampah macammu, Mas...." Xander, jelas mengernyitkan keningnya bingung mendengar ucapan penuh amarah istrinya barusan. Wajahnya seketika merah padam menahan amarah, tapi percayalah, dalam waktu seperkian detik, wajah merah padam Xander, langsung pucat pasih di saat tempat sampah yang ada di depannya, di buka oleh istrinya, memampangkan... sial! Foto ia dan juga Karina dalam keadaan tanpa busana di malam tahun baru kemarin. "walau aku menemukanmu di mall terbesar di kota ini, maka hari ini, aku akan membuangmu di tempat sampah yang busuk ini,Mas. Aku mau cerai, dan tolong hadiri sidang pertama kita tanggal 15 nanti, dan kalau kamu nggak hadir, aku nggak peduli, kamu nggak hadir maka proses cerai kita akan cepat selesainya..." Dalam kamus hidup Sherin, tidak ada kata maaf dan ampun untuk suami yang sudah melakukan pengkhianatan. Laki-laki seperti itu harus di buang walau sudah banyak anak sekalipun di antara mereka....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken by You (Darius.E.Farick) on Dreame
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Ku Ingin Kau Kembali
  • we too Good to be Forgotten [END]
  • Marriage Is Scary Or Happy?
  • Marriage, Not Dating
  • My Boss my husband
  • Not A Perfect Husband ✔
  • Sesal Yang Terlambat

Setelah membaca dengan teliti petunjuk cara menggunakan testpack yang ada di tangannya. Rea melangkahkan kaki menuju kamar mandinya. Memejamkan mata menunggu tiga puluh detik untuk mengetahui hasilnya. Menghitung dalam hati sambil berdoa agar hasilnya tidak seperti yang ditakutkannya. 24...25...26...27...28...29...30... Rea membuka mata perlahan seraya menghembuskan napasnya yang pelan dan berat. Berusaha menghalau pikirannya yang berkecamuk. Lalu matanya menatap nanar pada stik putih berukuran sepuluh senti yang ada di genggaman tangannya. Menatap dua garis berwarna pink itu. Yang artinya.... Positif. Dia hamil. Dia hamil anak Darius. Tidak mungkin. Ini tidak boleh terjadi. Rea menggeleng-gelengkan kepala sambil membekap mulutnya tak percaya. Menahan jeritannya. 'Tidak. ' 'Ia tidak boleh hamil anak Darius.' 'Ia benci Darius.' 'Ia benci pria kejam itu. Amat sangat.' Lalu dengan kasar Rea membuang testpack itu ke tempat sampah yang ada di samping wastafel. Membuang bukti. Darius tidak boleh tahu. Darius tidak akan tahu apa-apa tentang anak ini. ---Andrea Wilaga.... Kau selalu tertutup padaku dan aku mencoba bersabar padamu untuk membuka dirimu untukku. Selalu. Dan aku tidak bisa menghitung berapa banyak kesabaran yang kumiliki selama kau datang ke kehidupanku, Rea. ---Darius Enrio Farick...

More details
WpActionLinkContent Guidelines