Alfarezi

Alfarezi

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 14, 2022
Dulu, aku tidak percaya dengan adanya cinta dimasa remaja. Aku rasa semua itu tidak penting, hanya ada percintaan bodoh yang dilakukan oleh sekelompok anak sekolah pada umumnya. Dan semua itu bukan hal penting untuk di lakukan bukan!! Namun sekarang, tepat setengah tahun aku menginjak bangku SMA. Semua yang ku pikirkan tempo hari entah hilang kemana. Bagi ku saat ini, rasa cinta dimasa bangku sekolah bukanlah sesuatu yang buruk untuk dilakukan. Entah angin apa yang telah menghampiri diri ku, sampai - sampai diri ku yang sekarang terjebak didalam lingkaran mematikan ini. Gila.. ini sangat gila, aku terjebak dan tak dapat keluar. Tolonglah! siapa pun tariklah aku keluar dari lingkaran yang mematikan ini! Hei, apakah aku menelan ludah ku sendiri? ooh tidak itu sangat memalukan bukan. ******** HAHAHAHA ... Ayo siapa yang mau menertawakan ku dengan puas, kalau begitu jangan lupa untuk selalu tunggu cerita ini ya. Kalian boleh menertawakan ku dengan puas. Sampai bertemu lagi! Jangan lupa buat follow dan vote ya 🙏🏻🙏🏻
All Rights Reserved
#198
abg
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dari Masya, untuk yang entah sedang dan ada di mana.
  • DEVIAN [END]
  • Back For Me (Completed)
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • CINTA SEGI 4 (ON GOING)
  • Sahabat Jadi Cinta
  • Lingga [SELESAI]
  • Restu Tuhan
  • Kelas A [End]

[ C O M P L E T E D ] Untuk yang pernah, sedang, dan akan menduduki bangku Sekolah Menengah Atas. Kisah kasih, canda tawa, hingga sedih resah yang pernah, sedang dan mungkin akan dilalui. Ini kisah tentang seorang perempuan dan laki-laki, di Sekolah. Mari memutar waktu bersama aku, Masya. Akan ku bawa kalian ke tahun di mana aku duduk di bangku akhir SMA, tahun 2012 sampai 2013. Mengenal teman-temanku, juga memberi percikan rasa tentang sedikit kejadian yang aku alami di tahun itu. Karena sekarang, aku menyesal. Karena sekarang, aku tidak tahu kabarnya. Karena sekarang, aku merindu. Pada Devano, yang entah sedang dan ada di mana. @TeenlitIndonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines